Hukum & Kriminal

Sebelum Meninggal di Rutan, Henry J Gunawan Mengeluh Nyeri Dada

Surabaya (beritajatim.com) – Meninggalnya bos PT Gala Bumi Perkasa Henry J Gunawan mengejutkan banyak pihak, terlebih lagi pengusaha properti ini meninggal saat menjalani hukuman atas kasus pidananya.

Kepala Rutan (Karutan) Klas I Surabaya Medaeng Handanu menyatakan bahwa sebelum meninggal, Henry mengeluh nyeri di dadanya. “Pada 22 Agustus 2020, jam 17.25 WIB mengeluh nyeri dada,” ujarnya Handanu, Minggu (23/8/2020).

Dikatakan Handanu, pada pukul 17.30 Dokter dan perawat Rutan datang memeriksa kondisi yang bersangkutan. Setelah dicek dengan tensi 127/74, suhu 36.9 celsius. Selanjutnya Henry didampingi dokter Rutan berkonsultasi dengan dokter pribadi. Lalu dokter pribadi mererekomendasikan untuk membeli obat Plafix.

“Berdasarkan rekomendasi itu, perawat Rutan membeli obat tersebut di luar, karena Rutan tidak memiliki obat itu. Pada jam 18.00 WIB, perawat Rutan memberikan obat plafix tersebut kepada yang bersangkutan, sebagaimana yang dianjurkan oleh dokter pribadi,” terangnya.

Pada jam 18.55 WIB, yang bersangkutan meminta tolong kepada petugas blok untuk memanggil dokter Rutan. Untuk selanjutnya petugas blok menghubungi dokter rutan. “Nah, pada jam 19.00 WIB dokter Rutan mendatangi kamar yang bersangkutan untuk melakukan pemeriksaan, namun ketika dilakukan pemeriksaan yang bersangkutan sudah meninggal dunia,” pungkas Handanu. [uci/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar