Hukum & Kriminal

Ra Ibong: Sanksi Kader Gerindra Inisial HF Bisa Sampai PAW

Ketua DPC Gerindra Bangkalan, R Imron Amin (foto dari Google)

Bangkalan (beritajatim.com) – Keterlibatan kader partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) inisial HF (28) dalam kasus penembakan hingga menyebabkan menyebabkan Luddin (35) warga Kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan, meninggal dunia beberapa waktu lalu berbuntut panjang. Pasalnya, tersangka diketahui juga menjabat sebagai wakil rakyat di gedung DPRD Bangkalan itu terancam dilakukan Pergantian Antar Waktu (PAW)

Ketua DPC Partai Gerindra Bangkalan, R Imron Amin atau biasa disapa Ra Ibong, mengaku menyayangkan keterlibatan anggotanya pada kasus tersebut.

“Kami sangat menyayangkan hal itu terjadi, kami akan terus ikuti perkembangannya seperti apa tentunya kami serahkan proses hukum sepenuhnya kepada pihak kepolisian,” ungkapnya, Minggu (30/5/2021).

Selain itu, ia juga menyebut jika proses hukum HF sudah inkrah, maka salah satu sanksi nantinya bisa berupa Pengganti Antar Waktu (PAW) serta secara otomatis diberhentikan dari Partai Gerindra.

“Keterlibatan kader terhadap kriminal murni sudah diatur di AD/ART kami. Sanksinya bisa berupa PAW yang secara otomatis diberhentikan dari partai,” jelasnya.

Ia berharap, keterlibatan kasus pidana tak terjadi kembali pada anggota lainya. “Kasus pidana yang melibatkan HF menjadi pelajaran semua kader Gerindra agar kasus serupa dapat dihindari,” tandasnya. [sar/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar