Hukum & Kriminal

Pura-pura Beli Es Campur, Emak-emak Bawa Kabur HP Penjual di Mojokerto

Mojokerto (beritajatim.com) – Berpura-pura membeli es campur, seorang emak-emak di Mojokerto berhasil mengambil Handphone (HP) merk Vivo Y-17 warna pink milik korban penjual es campur di Jalan Pekayon depan Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Mojokerto lama.

Kapolsek Prajurit Kulon, Kompol Muhammad Puji mengatakan, penangkapan pelaku setelah adanya laporan dari korban Olivia Montolalu (38). “Tsk pura-pura beli es dengan dia dilayani, HP penjual di taruh di atas meja. Pada saat penjual sibuk melayani es tadi, dia ambil HP nya dan lari dengan kendaraan yang sudah disiapkan,” ungkapnya, Jumat (7/8/2020).

Pelaku yakni IF (31) warga Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang beraksi sendirian. Ada beberapa Tempat Kejadian Perkara (TKP) tapi yang bisa dibuktikan Barang Bukti (BB) belum terjual satu TKP terakhir yakni di Jalan Pekayon depan Kantor Dispendukcapil Kota Mojokerto lama, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto.

“Penangkapan tersangka itu berkat kecepatan korban melapor ke kepolisian, karena ada bhabinkamtibmas di masing-masing kelurahan. Pengakuan tersangka, hasil pencurian sebelumnya buat kebutuhan hidup. Sasarannya di beberapa tempat keramaian,” katanya.

Sebelumnya, lanjut Kapolsek, tersangka mengambil dua HP di toko bangunan yang ada di Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. HP terbukti sudah dijual lewat media sosial seharga Rp2,8 juta dan uangnya digunakan untuk kehidupan sehari-hari.

Tersangka, IF (31) mengaku, sudah tiga kali beraksi dengan sasaran pencurian HP. “Sudah tiga kali. Yang terakhir di Pekayon itu, caranya saya beli es dan sendirian. Hasil sebelumnya dijual online. Pisah dengan suami. Anak satu, kelas 5 SD,” tuturnya.

“Saya maafkan tapi proses tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku dan saya banyak-banyak kepolisian yang telah membantu saya untuk menemukan HP saya. HP ini selain buat jualan juga buat daring anak. Dengan kejadian kemarin sempat terbebani,” tambah korban, Olivia Montolalu (38).

Namun ia bersyukur, tersangka bisa tertangkap dan HP miliknya bisa kembali. Karena saat HP miliknya hilang, anaknya menggunakan HP milik suaminya untuk belajar dalam jaringan (daring). Sehingga saat HP miliknya kembali, ia mengaku seneng. Korban menuturkan, jika HP miliknya ditaruh meja saat tersangka pesan es dan berhasil dibawa kabur.

Dari tangan tersangka, diamankan barang bukti berupa satu buah dosbook HP Vivo Y-17, satu buah HP Vivo Y-17 warna pink dan satu unit sepeda motor Honda Beat nopol S 5177 PT warna putih. Pelaku dijerat Pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman pidana dengan penjara paling lama 5 lima tahun. [tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar