Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Polres Jombang Tangkap Pelaku Penipuan dengan Modus Minyak Goreng Murah

Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Teguh Setiawan menunjukkan bukti transaksi minyak goreng murah

Jombang (beritajatim.com) – Satreskrim Polres Jombang menangkap perempuan yang diduga melakukan penipuan dengan modus menjual minyak goreng murah. Dia adalah E alias Erma Suryaningrum warga Kelurahan Kaliwungu, Kecamatan/Kabupaten, Jombang. Polisi langsung menetapkan E sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

“Pelaku sudah kami tetapkan sebagai tersangka. Selanjutnya, yang bersangkutan langsung kami tahan. Sejauh ini baru ada korban yang melapor dengan nilai kerugian Rp 150 juta. Tersangkan dijerat pasal 378 KUHP tentang penipuan. Ancaman hukumanya 4 tahun penjara,” kata Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Teguh Setiawan, Selasa (29/3/2022).

Namun demikian, menurut Teguh, masih ada belasan korban yang belum melapor. Teguh juga mengatakan setelah dilakukan pemeriksaan, E memenuhi dua alat bukti. “Karena jumlah korban yang tak sediki,t maka tersangka langsung kami tahan,” sambungnya.

Erma dilaporkan ke Polres Jombang setelah belasan orang merasa ditipu dengan modus penjualan minyak goreng murah. Erma menawarkan minyak goreng bermerk terkenal seperti Bimoli dan Sunco dengan harga jauh di bawah pasaran sejak Desember 2021. Dalam satu karton minyak goreng, Erma menjual dengan harga Rp 180 ribu. Padahal harga normalnya Rp 230 ribu.

Karena permintaan semakin banyak, Erma akhirnya tak bisa memenuhi permintaan pelanggan. Padahal uang pesanan dari pelanggan tersebut sudah diterima. Erma akhirnya hanya memberikan janji bahwa minyak goreng yang dipesan oleh pelanggan segera datang. Hanya saja, janji itu tidak pernah menjadi kenyataan. Uang pesanan itu oleh pelaku digunakan untuk kebutuhan pribadi.

Dikonfirmasi terkait permasalah tersebut, Erma Suryaningrum mengaku sengaja menjual rugi. Pasalnya, dia telah menerima uang pesanan terlebih dulu. Erma menyebut, setiap karton mengalami kerugian Rp 50 ribu. Makanya Erma bersikukuh bahwa dirinya tidak ada niat untuk menipu.

“Dari awal tidak ada niatan untuk menipu. Saya hanya kerja sama penjualan minyak goreng murah. Namun seiring waktu, harga minyak goreng naik. Tapi para pelanggan terlanjut menyetor uang untuk pembelian minyak goreng dengan harga murah,” kata Erma. [suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar