Hukum & Kriminal

Polres Batu Periksa 31 Panita Diklat Silat Pagar Nusa UIN Maliki Malang

Kapolres Batu AKBP Catur Cahyono Wibowo.

Malang(beritajatim.com) – Polres Batu terus mendalami kasus kematian dua peserta diklat Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) silat Pagar Nusa, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang. Dua peserta diklat yang meninggal dunia pada Minggu, (7/3/2021) adalah Miftah Rizki Pratama asal Bandung dan M Faisal Lathiful Fakhri, asal Lamongan.

Kapolres Batu AKBP Catur Cahyono Wibowo mengatakan, sejauh ini sudah 31 orang diminta keterangan sebagai saksi. Semuanya merupakan panitia diklat silat. Polisi memastikan proses hukum akan tetap berjalan.

“Hari ini sudah diperiksa 31 orang yang terbagi dalam beberapa bagian tugas masing-masing panitia. Jadi memang kita membutuhkan waktu tetapi proses tetap berjalan,” ujar Catur, Selasa, (9/3/2021).

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Batu, AKP Jeifson Sitorus mengatakan, polisi masih mengumpulkan fakta-fakta baru sebelum menentukan suatu tindak pidana. Sampai saat ini mereka masih menumpulkan keterangan para saksi.

“Sementara proses masih dilakukan penyidik hasilnya masih menunggu pemeriksaan dari keterangan-keterangan yang sedang berlangsung. Ini baru penyelidikan adakah dugaan tindak pidana atau tidak,” kata Jeifson.

Jeifson mengungkapkan, selain mengumpulkan keterangan dari panitia. Polisi juga akan meminta keterangan dari 41 peserta diklat silat. Mereka akan mengkomparasikan antara keterangan panitia dan peserta diklat.

“Hasilnya belum bisa disampaikan. Dari 31 ini panitia. Dan peserta 41 orang kita cari alamatnya masing-masing dan anggota datang ke alamat masing-masing untuk membandingkan keterangan dari saksi dan peserta,” tandas Jeifson. (Luc/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar