Hukum & Kriminal

Permintaan KPK, Rekening BCA Pedagang Burung di Pamekasan Terblokir

BCA Pamekasan
Kantor BCA Cabang Pamekasan, Jl Jokotole 22 Pamekasan.

Pamekasan (beritajatim.com) – Ilham Wahyudi, warga asal Desa Buddih, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, dibuat bingung dengan keberadaan uangnya yang tidak bisa ditarik dari BCA (Bank Central Asia).

Hal tersebut tidak lepas dari status rekening pria 39 tahun, yang justru diblokir berdasar surat permintaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tertanggal 11 Januari 2023.

Padahal dirinya bukan seorang pejabat maupun Aparatur Sipil Negera, terlebih selama ini justru dirinya menganggur setelah dagangan burung yang biasa dilakukan tidak lagi berjalan normal.

Kejadian tersebut baru diketahui setelah dirinya hendak melakukan transfer uang ke salah satu temannya, namun gagal karena rekening bersangkutan terblokir.

“Setelah beberapa jam, kami kembali coba melakukan transfer, tapi tetap tidak bisa. Selanjutnya kami menghubungi CS (Call Center) dan diminta untuk langsung ke CS (Customer Service) di BCA,” kata Ilham Wahyudi kepada beritajatim.com, Rabu (25/1/2023).

Dari pihak Customer Ceravice di BCA Cabang Pamekasan, dirinya juga belum menemukan solusi konkrit. “Akhirnya kami dipanggil petugas CS dan menyampaikan jika dapat surat dari KPK,” ungkapnya.

“Kami menyampaikan jika kami ini hanya warga sipil, bukan pejabat maupun PNS, tiba-tiba harus berurusan dengan KPK. Saat itu juga petugas menyampaikan jika surat itu nanti akan dikirim ke alamat kami,” jelasnya.

Setelah mendapatkan surat permintaan dari KPK via inbox email, dirinya kembali ke Kantor BCA untuk memastikan kejelasan surat tersebut. “Pada saat itu kami justru tidak mendapat penjelasan berarti, dan diminta untuk langsung ke KPK atau menghubungi via daring,” imbuhnya.

“Jujur baru kali ini kami mengalami hal seperti ini, apalagi berusaha dengan KPK. Kami mencoba browsing di google untuk mendapatkan nomor kontak KPK, akhirnya terjawab untuk mengirimkan keluhan melalui email KPK,” bebernya.

Hanya saja, dirinya juga kembali mengalami jalan buntu karena laporannya justru kembali tertolak. “Selasa kemarin, kami mencoba kembali ke BCA, ujung-ujungnya diminta ke KPK lagi dan tidak ada penyelesaian,” sesalnya.

“Yang membuat kami heran, uang sebasar Rp 2 jutaan harus berurusan dengan KPK. Terus bagaimana dengan uang kami yang ada di rekening,” pungkasnya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak BCA, khususnya BCA KCP Pamekasan, Jl Jokotole 22 Pamekasan. [pin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar