Hukum & Kriminal

Pengelola Yayang Cafe & Resto Angkat Bicara Soal Penggrebegan Polisi

Sidoarjo (beritajatim.com) – Pengelola Yayang Café and Resto Sidoarjo Hj Yuni angkat bicara terkait penggerebekan yang dilakukan petugas Unit III Renakta Subdit IV Ditreskrimum Polda Jawa Timur. Pengelola mengaku kecolongan dalam peristiwa ini.

“Kami benar-benar kecolongan. Saya kaget dan sangat menyayangkan aksi seperti yang diutarakan polisi,” katanya Kamis (17/12/2020).

Dia menceritakan, saat kejadian dirinya sedang tidak berada di lokasi. Dia mengaku mendapat kabar dari anak buahnya bahwa telah ada penggerebekan yang dilakukan oleh petugas kepolisian di tempat usahanya yang berada di kawasan Jl KH Mukmin tersebut.

Yuni lantas mencari tahu tentang peristiwa itu, termasuk menanyakan ke sejumlah anak buahnya, siapa saja yang dibawa oleh petugas kepolisian.

“LC yang melakukan itu bukan pegawai di sini, dia freelance. Dan yang di beberapa media disebut-sebut sebagai ‘mami’ itu di sini statusnya adalah waiters,” papar perempuan berhijab tersebut.

Yuni menegaskan bahwa praktik prostitusi tersebut di luar manajemen Yayang Café and Resto. Dan tanpa sepengetahuan manajemen. “Itu aksi yang dilakukan oleh para pelaku itu sendiri, tidak ada kaitannya dengan manajemen,” jelasnya.

Ditanya tentang billing atau nota pembelian, Yuni juga menegaskan bahwa bill yang ada hanya sewa room karaoke dan pembelian makanan dan minum minuman saja. Tidak ada bill terkait transaksi ada penyewa pemandu lagu atau menyewa perempuan untuk kegiatan negatif.

“Saya tegaskan kembali bahwa tidak ada fasilitas esek-esek atau prostitusi di tempat usahanya saya ini. Mungkin kami lalai, atau kami kurang dalam melakukan pengawasan sehingga terjadi hal itu. Mulai sekarang, security dan semua pihak management akan saya paksa untuk lebih bekerja keras melakukan pengawasan. Jangan sampai hal seperti itu terulang lagi di sini,” tegasnya.

Yuni mengaku sudah mewarning semua security dan pegawainya agar lebih maksimal bekerja. Jika terpantau cuma duduk-duduk saja, pihaknya berjanji akan memberi sanksi para pegawai itu.

Sementara terkait proses hukum yang sedang berlangsung di Polda Jatim, pihaknya menyerahkan sepenuhnya ke penyidik.

“Saya menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Kami serahkan semua ke pihak penyidik Polda Jatim,” pungkas Yuni. (isa/ted)

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=dPC_P7SCIMw[/embedyt]


Apa Reaksi Anda?

Komentar