Hukum & Kriminal

Pencium Jenazah Covid-19 di Malang Terancam Hukuman Pidana

Potongan gambar video viral jenazah suspek Covid-19.

Malang (beritajatim.com) – Warga perebut jenazah pasien Covid-19 di rumah sakit rujukan di Kota Malang terancam hukuman pidana. Warga itu disinyalir salah satu anggota keluarga pasien. Namun, untuk identitasnya belum diketahui secara pasti.

Video perebutan jenazah itu viral di media sosial dengan durasi 2.42 menit. Tidak hanya merebut jenazah, pria bersongkok putih dan berbaju koko putih dalam video itu membuka kantong jenazah dan mencium jenazah itu. Polisi akan menjemput paksa dan menetapkan warga itu sebagai tersangka.

“Kami akan proses yang bersangkutan yang mencoba mengambil secara paksa jenazah. Namun tetap persuasif dan humanis,” ujar Kapolresta Malang Kota Kombespol Leonardus Simarmata, Selasa, (18/8/2020).

Leonardus mengungkapkan, bahwa warga nekat itu terancam pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dengan ancaman penjara selama 1 tahun dan denda sebesar Rp100 juta. Apalagi hasil swab memperkuat bahwa jenazah pasien yang viral itu terkonfirmasi positif.

Dia menegaskan, bahwa polisi tidak akan mentolerir tindakan nekat masyarakat yang mencoba merebut paksa jenazah Covid-19. Warga itu akan dipanggil polisi untuk menjalani uji swab dan pemeriksaan lanjutan di Mako Polresta Malang Kota.

“Yang pasti kami tidak mentolerir lagi pengambilan paksa jenazah. Kami mengingatkan lagi ke masyarakat kami tidak akan mentolerir dan kami akan proses sesuai hukum,” kata Leonardus.

Sebelumnya, Wali Kota Malang, Sutiaji mengungkapkan, hasil swab terhadap jenazah dalam video viral beberapa hari lalu dinyatakan positif Covid-19. Sebelum mennggal dunia pasien awalnya suspek Covid-19 karena memiliki gejala klinis.

Dia seorang tokoh di wilayah Buring, Kota Malang. Dia juga sebagai salah satu donatur pembangunan rumah ibadah di kawasan itu. Ketika dinyatakan meninggal dunia, beberapa warga seperti tidak percaya bahwa pasien meninggal dunia karena Covid-19. “Jenazahnya, hasil swabnya keluar, tinggal tracing atas keluarganya yang belum. Kemarin hasilnya keluar,” tandas Sutiaji. (luc/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar