Hukum & Kriminal

Pakai Baju Menwa, Adi Gasak Tas Mahasiswa Unesa Surabaya

Pelaku pencurian dan penadah barang curian di kampus dan perkantoran saat jalani gelar perkara di Mapolrstabes Surabaya, Jumat (8/11/2019).(manik priyo prabowo)

Surabaya (beritajatim.com) – Mengenakan pakaian Resimen Mahasiswa (Menwa) Universitas Negeri Surabaya, Adi Prayitno (37) harus mendekap penjara lantaran tertangkap mencuri tas mahasiswa. Adi menjelaskan, dirinya saat menjalankan aksi selalu memakai pakaian khas Menwa atau Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di bidang militer mahasiswa Unnesa. Dengan begitu, pihaknya tak dicurigai oleh pihak keamanan kampus.

“Setelah itu saya masuk kampus dan mencari sasaran yang bisa diambil tasnya. Saya beli seragam kampus dengan harga Rp 80 ribu. Dan dengan seragam tersebut, saya leluasa keluar masuk kampus,” kataya saat gelar perkara di Mapolrestabes Surabaya, Jumat (8/11/2019).

Tak hanya menggasak tas berisi laptop, tas kecil milik wanita juga ia gasak dengan harapan bisa memperoleh barang berharga. Di antaranya ponsel pintar atau peralatan elektronik milik mahaswisi dan mahasiswa Unnesa.

Sementara karena ia sudah berhasil lima kali mencuri di kampus, sejumlah perkantoran juga pelaku satroni. Dia berhasil mengambil beberapa tas yang berisi uang Rp 10 juta, Rp 7 juta, dan ratusan ribu rupiah.

Iptu Giadi Nugraha, Kanit Jatanras Pokrestabes Surabaya menyayangkan minimnya pengamanan kampus dan sejumlah kantor yang jadi sasaran pelau kejahatan. “Karena minim pengamanan maka para pelaku pun beraksi dengan mudah. Jadi kami harapkan adanya pengamanan yang lebih baik lagi buat kampus dan perkantoran,” katanya.

Sementara menurut kepolisian dari pelaku Adi Prayitno, petugas mengamankan dua tersangka lain sebagai penadah. Kedua orang tersebut yakni Sugianto dan Guntur. Ketiga pelaku sudah diamankan dan akan dikenai UU KUHAP tentang tindak pidana pencurian dan pemberatan serta penadah barang curian. [man/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar