Hukum & Kriminal

Mencangkul di Ladang, Petani Kediri Temukan Roket Berdaya Ledak 5 Kilometer

Kediri (beritajatim.com) – Selongsong roket ditemukan seorang petani di ladang kawasan lereng Gunung Wilis Kabupaten Kediri. Benda diduga peninggalan zaman peperangan tersebut sempat dikira besi tua sehingga hendak dijual ke pengepul rongsokan.

Adalah Jaeran, petani asal Dusun Pandanarum, Desa Kedak Kecamatan Semen Kabupaten Kediri yang menemukan mortar itu. Saat itu, saksi tengah mencangkul di ladiang. Dia mendapati benda tersebut dalam keadaan tertimbun tanah.

Saat ini temuan benda diduga selongsong roket yang memilik panjang 30 centimeter tersebut tengah dilakukan penyelidikan oleh pihak kepolisian dan TNI.

Sementara itu, menurut Kepala Dusun Pandan Arum mengaku, Jaeran yang tidak mengetahui benda berupa besi berkarat tersebut sempat hendak menjualnya ke pengepul barang rongsokan, karena bebannya yang berat.

“Kemudian jaeran melaporkan temuan tersebut di perangkat desa,” kata Juwito, Kasun Pandan Arum.

Sertu Gusyanto, Babinsa setempat mengatakan, kerangka roket tersebut diduga merupakan benda peninggalan zaman peperangan Jepang, sebelum kemerdekaan republik Indonesia. Kendati hanya selongsong dan tak lagi aktif saat ini, namun demikian alat ini sebelumnya memiliki daya ledak yang luar biasa.

“Daya ledaknya bias radius 5 kilometer masih bergetar. Tetapi menurut saya, kondisinya sudah tidak aktif. Karena sudah lubang, ujuknya anak pelurunya sudah hilang. Itu hanya rangkanya saja. Bagian sirip belakangnya juga sudah tidak ada,” kata Sertu Gusyanto.

Usai penyelidikan sementara, temuan selongsong roket ini akan dievakusi dan disimpan di Markas TNI.

Dua tahun sebelumnya, roket serupa ditemukan di daerah tersebut. Temuan pertama jauh lebih besar dengan hulu ledak lebih dahsyat. “Yang dulu ditemukan di sungai. Jauh lebih besar dari ini,” tutup Sertu Gusyanto. [nng/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar