Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Korban Arisan Lebaran Fiktif di Mojokerto Tergiur Bonus 5 persen

Sejumlah korban diperiksa di Polsek Ngoro. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Korban penipuan arisan lebaran fiktif di Mojokerto tergiur 5 persen yang dijanjikan tersangka Tarmiati alias Mia (44). Warga yang menjadi ketua kelompok akan diberikan 5 persen sehingga mereka tertarik.

Korban, Jami’ah (53) warga Desa Lolawang, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto menerima tawaran menjadi ketua kelompok setelah didatangi tersangka pada April 2020. “Korban dijanjikan diberikan bonus 5 persen jika menjadi ketua kelompok,” ungkap sumber, Sabtu (22/5/2021).

Selain itu, tersangka juga menjanjikan akan memberikan bonus kue saat penarikan uang arisan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Untuk meyakinkan korban, pelaku memberikan brosur yang berisi paket arisan yang sudah ditentukan dengan nominal dan pembayaran setiap minggu. Uang arisan lebaran tersebut bisa diambil jelang puasa atau Hari Raya Idul Fitri 2021.

Korban yang bertugas mengambil uang arisan lebaran ke anggota kelompok. Namun setelah ketua kelompok menyerahkan uang kepada tersangka, uangnya dipakai untuk kepentingan pribadinya. Sehingga saat jatuh tempo pembagian uang arisan, tersangka kabur.

Korban kemudian mencari tersangka ke rumah, tersangka tidak ada dan saat menghubungi nomor telepon, nomor telepon sudah tidak aktif. Ada 20 kelompok arisan lebaran, namun saat jatuh tempo uang arisan lebaran tidak diberikan.

“Tersangka melarikan diri bersama suami dan dua anaknya sejak 8 April 2021. Korban melapor ke Polsek Ngoro pada 15 April 2021 lantaran mengetahui bahwa tersangka kabur,” jelasnya. [tin/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Monstera Cafe, Tempat Kopi Hits di Puncak Kota Batu

APVI Tanggapi Soal Kenaikan Cukai Rokok Elektrik

Anoa Dataran Rendah Koleksi KBS Mati