Mojokerto (beritajatim.com) – Sebuah pikap milik warga Dusun Ngerambut, Desa Padangasri, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto berhasil dicuri kawanan maling pada, Sabtu (20/5/2023) pagi. Dalam rekaman CCTV, tampak tiga orang pelaku sedang mendorong pikap L 300 nopol L 9144 WE.
Pelaku yang disinyalir berjumlah lima orang tersebut beraksi dengan menggunakan mobil jenis Avanza. Dari rekaman CCTV milik warga, tiga orang pelaku sedang mendorong pikap L 300 milik Farid (32) tersebut sekira pukul 03.13 WIB. CCTV tersebut berjarak sekitar 100 meter dari rumah korban.
BACA JUGA:
https://beritajatim.com/peristiwa/pria-di-blitar-meninggal-akibat-dituduh-maling-kambing/
Sementara rekaman CCTV lain yang berjalan 500 meter milik pedagang pakan burung selatan rumah korban, pikap terlihat dibawa melaju. Di belakang pikap terlihat sebuah mobil Avanza warna putih mengikuti. Diduga aksi pencurian pikap tersebut terjadi sekira pukul 03.00 WIB, para pelaku merusak pintu dan mendorong.
Pelaku datang menggunakan mobil jenis Avanza dari arah selatan. Para pelaku kemudian membobol pintu kendaraan yang terparkir di halaman rumah korban tanpa pagar tersebut. Kasus pencurian yang mengakibatakn korban mengalami kerugian sebesar Rp120 juta tersebut kemudian dilaporkan ke perangkat desa dan diteruskan ke pihak kepolisian.
“Sekitar pukul 03.30 WIB, mas Farid pemilik pikap teriak-teriak kalau kendaraannya hilang. Kemudian mas Farid memeriksa CCTV milik warga di sepanjang jalan, ada lima orang, tiga orang mendorong pikap dari garasi halaman rumah sampai jalan raya,” ungkap salah satu warga, Diana, Senin (22/5/2023).
Dari rekaman CCTV tersebut terlihat pembagian tugas, lima orang, tiga orang mendorong pikap dari garasi halaman rumah sampai jalan raya. Satu orang mengemudikan pikap dan yang terakhir mengendarai mobil Avanza. Warga menyebut, sebelumnya pelaku hendak membobol pikap milik juragan rongsokan setempat. Namun gagal.
“Di CCTV terlihat sekitar pukul 02.00 WIB. Tapi mereka gagal ambil karena ada suara alarm jadi langsung kabur, jarak kedua rumah tersebut sekitar 700 meter. Di rumah juragan rongsokan, terlihat bekas kerusakan pada pikap dan pagar yang terbuka. Akhirnya menggondol pikap milik mas Farid. Pikap itu biasanya untuk mengangkut bahan material,” jelasnya. [tin/kun]






