Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Difabel di Magetan Ditodong Celurit, Motor dan BPKB Digasak Perampok

Meri Eka Lestari saat mempraktekkan bagaimana pelaku perampokan saat mengancam dirinya menggunakan celurit di rumahnya, Jumat (27/5/2022) (foto: Fatihah Ibnu Fiqri)

Magetan (beritajatim.com) – Nasib pasutri difabel asal RT 03 RW 02 Desa / Kecamatan Ngariboyo Magetan ini sungguh malang. Motor GL Max yang dibeli dari hasil jualan koran Fendi Rahmat Biantoro (38) dirampok dua orang. Perampok bahkan sempat menodongkan celurit di leher Meri Eka Lestari (37) untuk memaksa Meri mengambilkan bukti kepemilikan kendaraan bermotor (BPKB).

Kejadian, bermula saat Meri yang merupakan difabel itu tengah berada di rumahnya di Jalan Raya Ngariboyo Plaosan. Dia di rumah sendirian dan pintu rumahnya dibuka sedikit. Kemudian, sekitar pukul 11.00 WIB datang dua orang berboncengan menggunakan motor Honda Beat biru. Keduanya memakai helm hitam dan menggunakan masker.

Salah satu pelaku langsung masuk dan menodongkan celurit di leher Meri. Mereka meminta kelengkapan surat kendaraan motor GL Max Nopol AE 4427 SS. Meri yang sudah ketakutan tak berani berteriak karena takut disakiti, dia pun melangkah masuk ke dalam rumah untuk mengambil BPKB motor. Kemudian, salah satu pelaku lainnya mengambil motor GL Max yang diparkir di ruang tamu. Keduanya kemudian melarikan diri ke arah Plaosan.

Rosyid (53) mertua korban mengungkapkan kalau kejadian perampokan itu menyasar motor milik anaknya. Saat kejadian, dia tidak sedang di rumah. Sementara, Fendi, suami Meri masih berjualan koran. Menurut cerita Meri padanya, Meri sempat ditodong celurit oleh

“Menantu saya ini kan difabel. Dia ditakut-takuti pakai celurit, disuruh mengambil BPKB. Karena takut akhirnya, diambilkan. Kemudian, pelaku kabur membawa motor tersebut,” kata Rosyid pada beritajatim.com, Jumat (27/5/2022).

Rosyid mengaku kalau dirinya sudah melaporkan kejadian itu pada polsek setempat. Dia prihatin karena anaknya sudah mengumpulkan uang sekitar 1,5 tahun untuk bisa membeli motor tersebut.
“Kami mengharap pelaku segera ditemukan dan diberikan hukuman yang setimpal,” kata Rosyid.

Untuk diketahui, korban perampokan yakni Meri dan suaminya Fendi merupakan difabel. Keduanya sudah mengumpulkan uang selama 1,5 tahun untuk bisa membeli motor mereka sendiri. Namun, sayangnya motor yang belum lama dibeli itu raib di tangan perampok. (fiq/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar