Hukum & Kriminal

Catut Nama Bupati Gresik, Akun Medsos Abal-Abal Tipu Warga

Gresik (beritajatim.com)– Kasus penipuan kembali terjadi. Kali ini, akun medsos (Facebook) abal-abal mencatut nama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) untuk dijadikan kedok mendapatkan keuntungan pribadi.

Meski sudah mendapat atensi dari berbagai pihak. Kenyataannya, akun abal-abal tersebut masih tetap beroperasi. Caranya, dengan aktif berinteraksi kesesama pengguna facebook dan menebar iming-iming palsu mengatasnamakan program pemerintah.

Yang terbaru, Apni Dwi Setyawati (40) menjadi korban penipuan akun bodong tersebut. Modusnya sama dengan korban lainnya. Yakni, mengatasnamakan program pemerintah. Namun, kali ini tawaran program yang dijanjikan lebih mentereng, yaitu Program Bantuan Presiden Produktif untuk Usaha Mikro (BPUM) senilai Rp 30 juta.

Caranya pun tak ribet, cukup dengan melengkapi formulir identitas dan menyiapkan uang muka Rp 3 juta sebagai syarat administrasi.

“Saat itu, saya tidak punya cukup uang untuk persyaratan awal. Keluhan tersebut pun disampaikan kepada Johan, orang yang acap kali disebut oleh akun palsu bupati sebagai koordinator program. Setelah melakukan tawar menawar, Johan pun memperbolehkan Apni untuk mengangsur. Sehingga, saya nekat minjam uang ke tetangga. Sehingga hanya mampu membayar setoran awal Rp 700 ribu,” ujarnya, Rabu (5/05/2021).

Akun Medsos abal-abal tipu warga Gresik

Setelah administrasi dilengkapi, sayangnya bukti pengiriman uang kepada Johan melalui pesan Whatsapp, tidak ada kabar lanjutan dari program tersebut.

Merasa curiga, Apni pun baru menyadari bahwa dia menjadi korban penipuan. Setelah melihat postingan dari akun Fandi Akhmad Yani yang asli bahwa ada pihak yang mencoba menduplikat akun bupati millennial tersebut.

“Semula saya sudah sangat yakin itu Bupati Gresik, karena foto dan identitasnya sangat mirip,” ungkapnya.

Sebelumnya, Alfan Syaifudin (54) juga menjadi korban dari akun palsu. Iming-iming kredit usaha rakyat (KUR) dengan cicilan ringan membuatnya langsung kepincut. Apalagi, saat itu dia seolah berinteraksi langsung dengan akun palsu Fandi Akhmad Yani di kolom komentar.

“Melihat fotonya saya pun percaya kalau beliau benar-benar Bupati Gresik. Katanya, tawaran tersebut bagian dari program pemerintahan Gresik Baru,” katanya.

Alfan pun pun ditawari program bernama KUR dari Kementerian Koperasi Indonesia. Tawaran bunga nol persen dan angsuran bersubsidi 50 persen membuatnya tancap gas. Memenuhi persyaratan yang dibutuhkan.

Dari interaksi dengan akun Facebook palsu Bupati, warga Raden Santri Kecamatan Bedilan itu pun mendapat arahan untuk menghubungi pria bernama Johan.

“Menanyakan persyaratan, dan langsung saya urus semua. Biar tidak ketinggalan,” kata Alfan.

Tergiur hal itu, Alfan menyiapkan uang muka Rp 3 juta untuk syarat administrasi. Nanti akan diganti saat pencairan KUR. Totalnya senilai Rp 33 juta. Dirinya pun segera memenuhi, termasuk mengirimkan sejumlah uang kepada rekening bernama Sumiati.

“Kirim uang tanggal 22 April, hingga sekarang belum belum dikabari. Bahkan orang yang bersangkutan tidak menjawab telepon saya,” ucapnya. Meskipun demikian, nomor handphone pelaku tersebut masih aktif. Hal itulah yang membuat Alfan melaporkan pria misterius itu ke Mapolres Gresik atas kasus penipuan,” paparnya.

Menanggapi kasus penipuan ini, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto berharap para korban yang merasa tertipu untuk segera melaporkan ke Mapolres Gresik.

“Silakan melapor untuk mempermudah jajarannya untuk melakukan identifikasi dan penyelidikan terhadap pelaku. Kami erkomitmen akan melakukan penyelidikan lebih mendalam, termasuk melibatkan tim cyber dari Polda Jatim,” pungkasnya. (dny/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar