Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

2 Pencuri Todongkan Pedang ke Korban, Begini Nasibnya saat Tertangkap Polres Mojokerto

Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander saat merilis dua pelaku dengan kekerasan.

Mojokerto (Beritajatim.com) – Dua pelaku pencurian dengan kekerasan dengan cara menodongkan pedang ke korbanya terpaksa ditembak anggota Satreskrim Polres Mojokerto. Keduanya melawan saat hendak diamankan dengan merampas pedang yang ditemukan petugas di lokasi pembuangan barang bukti.

Kedua pelaku yakni Samsul (27) dan Suyono (32) warga Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Aksi pelaku dilakukan pada, Sabtu (14/8/2021) Sekira pukul 00.30 WIB di di tepi jalan sebelah utaranya PT Sun Power kawasan Ngoro Industri Persada (NIP) Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.

Keduanya menodongkan pedang ke pasangan kekasih, Dwi Adi (21) warga Desa Tulung, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun dan Risma Wahyu (20) warga Desa Kaligunting, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun. Keduanya diminta menyerahkan sepeda motor Honda Vario nopol AE 4322 IA, Handphone (HP) dan dompet korban.

Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander mengatakan, korban perjalanan dari Surabaya tujuan mengantarkan pacarnya, Risma Wahyu W pulang ke kos-kosannya di wilayah Ngoro. “Sampai Ngoro korban tidak langsung ke kos-kosan melainkan pacaran terlebih dulu dengan cara berputar-putar di kawasan NIP,” ungkapnya, Senin (23/8/2021).

Masih kata Kapolres, sekira pukul 00.30 WIB korban berhenti di tepi jalan sebelah utaranya PT Sun Power untuk minum dan istirahat tiba-tiba ke dua pelaku datang dari belakang. Kedua pelaku menodongkan pedang ke perut korban Dwi Adi P dan leher Risma Wahyu W sambil mengancam jika tidak memberikan barang berharganya akan ditusuk menggunakan pedang tersebut.


“Pelaku mengacam akan menusuk jika tidak memberikan dompet, HP dan sepeda motor korban. Setelah mendapatkan barang berharga milik korban, pelaku melarikan diri ke arah barat menggunakan sepeda motor korban dan menyembunyikan 2 buah pedang di semak-semak pinggir jalan Desa Bandar Asri, perbatasan dengan wilayah Sidoarjo,” ujarnya.

Pelaku Suyono berhasil diamankan pada, Rabu (18/8/2021) saat melintas di Jalan Pahlawan Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Dari tangan pelaku diamankan satu buah HP milik korban. Dari keterangan pelaku, jika aksi perampasan di kawasan NIP tersebut dilakukan bersama temannya Samsul. Petugas berhasil mengamankan Samsul di rumahnya di Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.

“Dari keterangan ke 2 pelaku jika barang bukti berupa dua pedang di sembunyikan di semak-semak pingir jalan Desa Bandar Asri. Saat barang bukti ditemukan, kedua pelaku berusaha merebut pedang dari tangan petugas sehingga dengan sigap petugas langsung memberikan tembakan peringatan ke udara sebanyak 2 kali,” katanya.

Namun karena kedua pelaku tetap berusaha melawan petugas sehingga petugas melakukan tindakan tegas dan terukur. Kedua kaki pelaku sebelah kanan dilumpuhkan sehingga kedua pelaku berhasil diringkus. Dari keterangan pelaku, sementara tas dan dompet isi dompet warna hitam berisi KTP, ATM bank Mandiri, Kartu BPJS dibuang di sungai, uang Rp. 525.000 diambil.

“Dari tangan pelaku diamankan 2 buah pedang, sepeda motor Honda Vario nopol AE 4322 IA warna hitam, 2 buah HP merk Xiomi dan Realme C11, 1 buah dus book HP Realme C11 type RMX2185 dan 1 buah tas pinggang. Kedua pelaku dijerat Pasal 365 ayat (2) ke 2e KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya 12 tahun,” jelasnya.

Sementara itu, korban Risma Wahyu (20) mengatakan, mereka takut saat ditodong pedang dan diancam akan dibunuh sehingga menyerahkan barang berharganya. “Saya meminta untuk pelaku dihukum sesuai dengan UU yang berlaku, untuk pelaku cari pekerjaan yang halal. Kalau sudah begini, kasihan keluarga,” pungkasnya. [tin/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar