Sampang (beritajatim.com) – Hujan yang terjadi beberapa hari terakhir, ternyata bisa mengubah harga garam di wilayah Kabupaten Sampang. Pasalnya, yang sebelumnya harga garam anjlok hingga Rp 150 ribu per sak, saat ini menjadi Rp 450 ribu per sak.
“Selama beberapa bulan kemarin tidak ada hujan, produksi garam melimpah hingga mengakibatkan harga anjlok sampai Rp 150 ribu,” kata Kodir, warga Desa/Kecamatan Pengarengan, Kabupaten Sampang, Senin (10/7/2023).
Sementara karena cuaca belakangan hari ini terjadi mendung bahkan hujan. Maka produksi garam mendadak terhenti. Namun, hal itu justru membuat harga garam naik cukup signifikan.
“Hujan kemarin merubah harga garam di pasaran, dan memang lumayan tinggi. Tetapi jika nanti cuaca terus panas maka pastinya produksi garam melimpah dan harga garam turun lagi,” ujar Kodir.
Terpisah, menurut Sukron pemilik lahan garam di Desa Disanah, Kecamatan Sreseh, Sampang, mengatakan bahwa meski terjadi hujan deras beberapa waktu lalu, tidak menganggu produksi garam rakyat. Para petani tetap bisa melakukan aktivitas seperti biasanya.
“Hujan yang terjadi kemarin tidak berpengaruh terhadap kondisi lahan garam, oleh sebab itu kita tetap bisa melakukan produksi garam meski agak terganggu saat terjadi hujan,” terangnya.
Ia berharap harga garam tahun ini bisa terus stabil hingga masa musim kemarau berakhir. Sebab, dengan naiknya harga maka menguntungkan petani garam. “Harapan kami harga garan tidak anjlok lagi sampai musim produksi berakhir,” tandasnya.[sar/kun]
BACA JUGA:






