Ngawi (beritajatim.com) – Atap ruang gedung Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Ngawi ambrol usai diterjang hujan es disertai angin kencang, Jumat (20/01/2023) pukul 15.45 WIB.
Staf Keagamaan Bagian Kesra Faruq Nur Umar menjelaskan, dia mengetahui kejadian itu setelah membaca grup obrolan usai Shalat Ashar di Masjid Agung Ngawi. Setelah dia mengecek, ternyata benar, plafon di pojok ruangan sudah ambrol.
Reruntuhan plafon juga menimpa satu unit monitor komputer hingga terjatuh ke lantai. Beruntung, saat kejadian sudah tak ada lagi orang di ruangan karena semua pegawai pulang. Sementara Faruq tengah Shalat Ashar. Sehingga, tidak mengakibatkan korban luka.
“Saya kejadian pastinya tidak tahu. Namun, saya awalnya dapat kabar dari grup, katanya atap ruangan kami ambrol. Setelah shalat, saya cek dan ternyata benar. Monitor komputer sampai jatuh satu ke lantai karena ketimpa plafon,” kata Faruq.
Dia menyebut, bagian yang ambrol sebelumnya dalam kondisi baik. Tidak ada kebocoran atau tanda kerusakan lainnya. Namun, dia mengakui karena hujan es disertai angin kencang itulah yang membuat atap jadi ambrol.

“Memang anginnya kencang sekali ya. Kami tidak menyangka kalau bakal rusak karena sebelumnya tidak pernah bocor. Atapnya baik-baik saja,” kata Faruq.
Diketahui, hujan es sebesar kelereng disertai angin kencang melanda kawasan Kecamatan/Kabupaten Ngawi, Jawa Timur pada Jumat (20/01/2023) pukul 15.15 WIB. Hujan itu terjadi sekitar 10 menit dan angin kencang sekitar 20 menit.
[berita-terkait number=”4″ tag=”hujan-es-ngawi”]
Pengguna jalan yang melintas sempat minggir untuk menghentikan perjalanan sementara. Angin yang kencang beberapa pohon tumbang melintang di jalan.
Seperti salah satunya di kawasan Terminal Kertonegoro Ngawi, hujan sebesar kelereng turun disertai angin kencang. Pohon di Jalan Raya depan Terminal Kertonegoro juga tumbang hingga mengakibatkan arus lalu lintas tersendat.
Kasi Kedaruratan BPBD Ngawi Agung Prasetyo menyebutkan semenyara pihaknya masih melakukan penanganan. Pun, untuk pohon yang tumbang tak hanya di sebelah barat Terminal Kertonegoro, tapi juga di kawasan Jalan Raya Ngawi- Solo masuk Desa Watualang Kecamatan/Kabupaten Ngawi. [fiq/but]






