Ponorogo (beritajatim.com) – Hujan yang mengguyur pada Jumat (17/12) malam, mengakibatkan terjadinya beberapa bencana alam tanah longsor di Kecamatan Ngrayun. Yang pertama, tanah longsor talud atau plengsengan yang berada di Jembatan Nglereb di Dusun Krajan Desa Temon. Plengsengan yang berada di samping salah satu rumah warga itu berukuran tinggi 5 meter dengan panjang 12 meter.
“Tadi pagi memang kami dilapori adanya tanah longsor talud atau plengsengan di Desa Temon. Anggota langsung melakukan cek dan pengamanan di lokasi,” kata Kapolsek Ngrayun AKP Joko Santoso, Sabtu (18/12/2021) sore.
[berita-terkait number=”5″ tag=”longsor”]
Joko menyebut memang pada Jumat malam itu, daerah Ngrayun dilanda hujan deras kurang lebih 3 jam. Demi keamanan warga yang lewat jalan tersebut, petugas akhirnya memutuskan akses jalan sementara hanya boleh dilalui kendaraan roda dua. Sebab, jika kendaraan roda empat dipaksakan lewat, ditakutkan longsor akan semakin lebar dan bisa-bisa memakan jalan. “Untuk tanah longsor talud ini, kerugian ditaksir mencapai Rp 50 juta. Untuk korban jiwa, alhamdulillah nihil,” ungkapnya.

Kejadian tanah longsor juga terjadi di Desa Mrayan Kecamatan Ngrayun. Sama dengan di Desa Temon, tanah longsor yang ada di Desa Mrayan juga Talud. Namun, talud setinggi 6 meter itu menimpa dinding rumah salah satu warga hingga jebol. Beruntung, saat longsor itu terjadi anggota keluarga tidak berada disitu. Sehingga volume longsoran material talud setinggi 6 meter dengan panjang 20 meter itu masuk rumah dan hanya menimbun peralatan rumah tangga.
“Alhamdulillah, longsor yang menimpa rumah warga ini tidak ada korban jiwa. Namun, kerugian harta benda ditafsirkan mencapai Rp 75 juta,” pungkasnya. (end/kun)






