Tulungagung (beritajatim.com) – Hujan deras yang mengguyur selama empat jam menyebabkan ratusan rumah warga di Desa Sidorejo, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung, terendam banjir. Ketinggian air yang masuk ke dalam rumah warga mencapai setengah meter.
Banjir juga menghambat arus lalu lintas di kawasan simpang empat Cwiri, di mana kendaraan harus berjalan pelan. Kawasan ini merupakan akses jalan alternatif dari Tulungagung menuju Kediri.
Salah seorang warga, Jiyo (60), mengatakan bahwa hujan deras mulai terjadi di wilayah tersebut pada sore hari. Air mulai masuk ke kawasan permukiman sekitar pukul 17.00 WIB.
Ia menyebut bahwa daerah ini memang menjadi langganan banjir, terutama saat hujan deras mengguyur. “Surutnya lambat, kalau jalan sudah kering baru air yang masuk di rumah surut,” ujarnya, Rabu (26/2/2025).
Hal senada disampaikan oleh Natalia (41). Ia memperkirakan jumlah rumah yang terendam banjir mencapai ratusan unit. Banjir menggenangi kawasan permukiman warga di dua dusun, yakni Krajan dan Boneng.
Menurutnya, banjir terjadi karena sistem drainase yang kurang mampu menampung debit air yang tinggi, ditambah dengan meluapnya air dari sungai setempat. “Daerah ini langganan banjir, selalu terjadi setiap hujan deras, namun ini yang terparah,” tuturnya.
Masyarakat melalui pemerintah desa sebenarnya sudah mengajukan perbaikan sistem drainase kepada Pemerintah Kabupaten Tulungagung. Namun, hingga kini perbaikan tersebut belum terealisasi.
Warga berharap agar pemerintah segera bertindak untuk memperbaiki drainase guna mengatasi banjir yang kerap melanda. “Sudah pernah mengajukan tapi belum terealisasi,” pungkasnya. [nm/beq]






