Mojokerto (beritajatim.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada. Menyusul hujan angin kencang masih berpotensi terjadi di Mojokerto hingga bulan Maret mendatang.
Kepala Bidang (Kabid) BPBD Kabupaten Mojokerto, Joko Supangkat mengatakan, bencana hydro meteorologi sesuai dengan prakiraan cuaca yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda, Kabupaten Mojokerto triwulan pertama intensitas hujan masih cukup tinggi.
“Januari, Februari, Maret intensitas hujan masih tinggi. Artinya masih di atas 300 mm sampai 500 mm, intensitas hujannya masih cukup tinggi sekali dan disertai dengan angin yang disebabkan oleh awan kumulonimbus dengan kecepatan rata-rata 63 km, durasi 5 sampai 15 menit,” ungkapnya, Senin (30/1/2023).
[berita-terkait number=”5″ tag=”BPBD-Mojokerto”]
Akibatnya, lanjut Joko, menyebabkan angin kencang atau angin punting beliung. Curah hujan mulai kategori sedang yakni 201 mm sampai 400 mm terjadi di Mojokerto bagian utara dan kategori tinggi antara 301 mm sampai dengan 500 mm terjadi di Mojokerto bagian selatan.
“Perlu diwaspadai, karena potensi angin kencang terjadi di seluruh wilayah Kabupaten Mojokerto. Himbauannya masyarakat harus waspada, jika punya pohon tinggi, apalagi di pinggir jalan dihimbau untuk dipangkas agar tidak terjadi pohon tumbang dan menimpa pemilik atau penggguna jalan,” katanya.
Joko menjelaskan, jika hujan dan angin kencang hampir terjadi di seluruh wilayah Mojokerto. Namun hasil evaluasi dari beberapa kejadian yang banyak terjadi bencana hujan disertai angin kencang terjadi di Kecamatan Jetis, Gedeg dan Trowulan.
“Banjir yang terjadi di Trowulan seperti luberan biasanya terjadi di Desa Pakis dan Wonorejo. Untuk Kecamatan Sooko terjadi di Desa Modongan. Untuk Kecamatan Dawarblandong juga masih rawan, antisipasi tetap dilakukan baik masyarakat maupun perangkat desa selalu kita koordinasi dan monitor,” ujarnya. [tin/kun]






