Lamongan (beritajatim.com) – Sebagai wujud bakti pada leluhur agar semangat juangnya terus menjadi teladan bagi generasi hari ini, Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi (YES) melaksanakan tahlil dan tabur bunga di makam Mbah Sabilan, Mbah Punuk, dan Mbah Lamong di Kelurahan Tumenggungan Kecamatan Lamongan Kabupaten Lamongan, Selasa (25/5/2021).
Tradisi ziarah ke makam leluhur Lamongan tersebut, merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan di Peringatan Hari Jadi Lamongan seperti yang biasa dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya. Turut hadir dalam ziarah tersebut, di antaranya Wakil Bupati Abdul Rouf, Kapolres Lamongan AKBP Miko Indrayana, Dandim 0812 Letkol Inf. Sidik Wiyono dan jajaran Forkopimda Lamongan.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-lamongan”]
Dalam kesempatan tersebut, Bupati YES mengungkapan, bahwa Bangsa yang besar adalah Bangsa yang menghargai para pahlawannya, dan bukan generasi yang tangguh namanya jika generasi tersebut tidak mengetahui akar budaya dan pendahulu-pendahulunya.
“Momen Hari Jadi ke 452 ini kita jadikan sebuah momentum untuk melihat jati diri Kabupaten Lamongan, jati diri kita, dari mana kita, ke arah mana yang akan kita bawa, apa yang telah dilakukan pendahulu-pendahulu kita untuk menjadi keteladanan, contoh, motivasi, tekad kita semua untuk membawa Kabupaten Lamongan ini menuju ke arah yang lebih baik, menjemput kejayaan,” ungkap YES.
YES juga berharap, bahwa ziarah leluhur ini bisa dijadikan refleksi untuk meneladani dan mengingat riwayat serta semangat juang pendahulu dan pendiri Lamongan. “Mari kita jadikan setiap peringatan Hari Jadi Lamongan ini untuk mendapatkan kembali skill, motivasi, dan tekad bagi kita semuanya untuk membangun Lamongan menuju kejayaan. Saya yakin, dengan kebersamaan yang selalu saya sampaikan, semuanya ini akan bisa kita raih,” harapnya.
Diketahui, Hari Jadi Lamongan ini awalnya ditandai saat diwisudanya Mbah Lamong (Ranggahadi) yang merupakan murid kesayangan Sunan Giri II pada 10 Dzulhijjah 976 H/ 26 Mei 1569, dikarenakan besarnya jasa dan keteladanannya dalam melaksanakan dakwah, yang kemudian berjuluk Tumenggung Surajaya.
Sebutan Mbah Lamong itu diberikan berkat kebaikan dan keuletannya dalam momong (mengasuh) segala bidang, kemudian menjadi cikal bakal nama Kabupaten Lamongan. Lamong berasal dari Bahasa Jawa kuno “La/Ra” yang artinya baik dan “Mong” yang artinya among, momong, sehingga Lamong memiliki arti pamong yang baik, sebagaimana keteladanan yang sudah diberikan oleh Ki Ranggahadi.[riq/kun]






