Surabaya (beritajatim.com) – Umur 25 tahun dipandang banyak orang sebagai pintu gerbang menuju dewasa seutuhnya. Saat usia 25 tahun, seseorang tengah berada pada fase puncak produktivitas. Baik produktif dalam hal akademik, pekerjaan, maupun pasangan.
Meski umur bukan tolok ukur utama dari tingkat kematangan emosional. Beberapa hal berikut layak kamu hilangkan sebelum masuk usia 25 tahun.
Banyak Rencana Tanpa Eksekusi
Sebelum memasuki usia 25 kamu sudah harus hilangkan kebiasaan ini. Apapun yang kamu rencanakan sebisa mungkin segera dieksekusi. Banyak rencana tapi malas melakukannya akan membuatmu tidak menghasilkan apa-apa. Memang berencana atau bermimpi lebih gampang daripada mewujudkan. Tapi mimpi tanpa eksekusi akan menghilangkan kesempatan sukses di masa mendatang.
Sering Hilang Kesabaran
Tidak sabaran atau sembrono bisa berakibat kamu melakukan hal bodoh yang sangat merugikan kamu dan orang lain. Karena pada saat itu kamu tidak berpikir secara jernih dan lurus. Sebelum usia 25, segera hilangkan kebiasaan ini. Berpikir sebelum bertindak akan jauh lebih bijak.
Membandingkan Diri
Stop membandingkan kesuksesan yang didapat kamu dengan orang lain. Harus kamu ingat tiap orang punya garis suksesnya. Kamu dan orang lain punya cara masing-masing dalam mencapai kesuksesan. Begitu juga dengan ritme hidup yang yang dialami pasti berbeda-beda.
Membiarkan Pikiran Negatif
Usia 25 sebisa mungkin perbanyak muncul pikiran positif. Sebab pikiran atau perasaan negatif yang terngiang di kepalamu akan mengarahkan pada hal yang negatif pula. Terutama dalam pekerjaan, atau hubungan asmara jauhkanlah pikiran negatif sesegera mungkin.
Mengambil Segala Masalah Sendirian
Kamu punya banyak orang yang masih peduli dan care dalam kondisi apapun. Ingat, masalah itu untuk dicari jalan keluarnya, tapi tidak harus diselesaikan sendiri. Menyelesaikan masalah secara personal bukan solusi yang baik sebab kamu butuh masukan dan pertimbangan dari orang lain.
Boros dan Tidak Memiliki Tabungan
Masalah selanjutnya soal finansial. Jika pada umur 25 kamu tidak punya tabungan sama sekali maka bersiaplah kebingungan. Perlu diingat kekayaan tidak hanya dihitung dari berapa yang kamu hasilkan tapi berapa banyak yang bisa kamu tabung. Oleh karena itu, mulai berpikir lagi saat hendak berfoya-foya di usia muda.
Mengidolakan Orang yang Salah
Kita boleh mengidolakan orang lain, baik dari segi karir, kesuksesan, atau kekayaan. Tapi jangan lupa pertimbangkan baik buruknya. Jika sebenarnya kamu gak bisa contoh atau aplikasikan apapun dari idola yang kamu jadikan panutan. Sebaiknya segera hentikan rasa kagum itu.
Sebelum usia 25, yuk segera hilangkan kebiasaan buruk itu. Mulai hidup dengan pola yang lebih produktif demi masa depan yang baik. (dan/tur)






