Surabaya (beritajatim.com) – Martinelli sepat digadang-gadang akan menjadi striker hebat untuk Arsenal. Ketika itu, satu musim lalu, Martinelli menjadi pemain muda yang cukup clinical di lini depan Arsenal.
Kecepatan berlari menjadi senjata andalan utama Martinelli. Dilengkapi dengan finishing yang tajam. Ia tipe striker yang clinical, sedeikit kesempatan saja, ia sudah bisa membuat gol. Meski, bakatnya bukan tanpa cacat.
Ketika debut dan sering bermain untuk Arsenal musim lalu, first touch menjadi masalah utama Martinelli. Ia sering kehilangan bola karena buruknya sentuhan pertama ketika mendapatkan bola.
Martinelli pun bukan pemain dengan kemampuan skill yang istimewa. Melewati lawan dengan gerakan-gerakan indah bukan gayanya. Beberapa kekurangan ini yang kemudian membuat Martinelli terpinggirkan di musim 2021-2022. Ia kalah saing dengan Aubameyang, Bukayo Saka, ataupun debutan baru Balogun.
Namun, ketika Aubameyang kemudian dicopot dari ban kapten dan tak dimainkan karena masalah kedisiplinan, Martinelli seolah lahir kembali. Kali ini, ia membawa perkembangan yang lebih baik. First touchnya sudah lebih baik. Begitu juga dengan kemampuannya memberikan umpan.
Sejak saat itu, Martinelli sukses mencetak 3 gol serta koleksi 1 assist dalam 3 laga. Arsenal pun kembali ke klasmen 4 besar English Premier League. Berikut ini beberapa fakta menarik mengenai Gabriel Martinelli.
Berawal dari Futsal
Gabriel Martinelli lahir di Guarulhos, Brazil pada tanggal 18 Juni 2001. Sedikit berbeda dengan beberapa pemain Brasil lain, karier Martinelli justru dimulai dari lapangan futsal. Martinelli bergabung dengan tim futsal Corinthians pada tahun 2010. Setelah itu, baru pelan-pelan Martinelli masuk ke dunia sepakbola.
Terkenal di Brazil
Meskipun dirinya masih muda, Martinelli ternyata cukup terkenal juga di kampung halamannya. Terutama pada tahun 2019, saat Martinelli berhasil membawa klubnya Ituano finish di babak perempat final Campeonato Paulista.
Martinelli berhasil mencetak 6 gol dan masuk ke tim terbaik kompetisi. Bahkan, dirinya nyaris masuk ke skuad Brasil pada ajang Copa America 2019.
Mesin Gol
Jika melihat Martinelli, kemampuan terbaiknya yaitu naluri mencetak gol yang dia punya. Ternyata, hal ini sudah ada dalam dirinya sejak dahulu. Bersama Corinthians, sang striker itu sudah mencetak lebih dari 200 gol.
Ketika membela Ituano, Martinelli sukses mencetak 64 gol dari 92 penampilan. Sehingga kemampuan luar biasanya itu membuatnya trial di Manchester United dan Barcelona.
Pemain Versatile
Dengan naluri mencetak gol luar biasa, posisi terbaik Martinelli tentu jadi penyerang tengah. Namun, Martinelli sendiri juga jadi sosok penyerang versatile yang mampu bermain di berbagai posisi di lini depan. Dia punya kecepatan dan dribbling yang cocok untuk posisi sayap dan visi yang bagus untuk dipasang jadi gelandang serang ketiga dibutuhkan.
Itulah beberapa fakta menarik dari Gabriel Martinelli yang mungkin akan jadi pemain bersinar pada masa mendatang. [dan/tur]






