Surabaya (beritajatim.com) – Hermanto Tanoko, Owner Tancrop Group yang memilliki jaringan bisnis diberbagai sektor mulai meninggalkan warisan. Warisannya berupa buku “Trilogy of Inspirations Hermanto Tanoko Richer Mindset”.
“Saya ingin menelurkan 1 juta pengusaha. Dan buku ini bagian dari warisan dan sharing pengalaman saya sejak kecil hingga berusia 60 tahun ini,” beber Hermanto.
Buku ini terdiri dari 3 bagian, buku pertama, “The Boy”, menceritakan tentang memori masa kecil seorang Hermanto Tanoko ketika pertama kali mengenal dunia bisnis.
Konsep trilogy dibuat sebagai inovasi untuk memberikan pengalaman membaca yang menyenangkan kepada semua generasi dari berbagai kategori umur.
“Sejak kecil, Saya diarahkan oleh orang tua untuk membelanjakan uanh yang Saya dapat untuk membeli beberapa barang yang harganya akan naik, mulai dari terigu, biskuit, telur dan sebagainya. Karena saya sudah tahu arti dari mencari uang itu tidak gampang, jadi saya cuma jajan itu seminggu sekali minum es setrup di saat olahraga hari Jumat cuman itu aja,” tuturnya.
Sementara di Buku kedua, “The Man”, berisi tentang transformasi seorang Hermanto Tanoko yang membawa nilai-nilai mulia yang ditanamkan oleh kedua orang tuanya dari kecil hingga beranjak dewasa. Dan terakhir, buku ketiga, “The Entrepreneur”, menceritakan sepak terjang seorang Hermanto Tanoko dalam menggeluti dunia bisnis dengan berbagai macam lini bisnis yang telah dijalankannya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”tanrise”]
“Kemudian saya sudah mulai mengerti tentang nilai-nilai kehidupan ya, jadi saya sudah lebih dewasa bagaimana kita dalam berbisnis itu tidak hanya memikirkan uang-uangnya saja. Tapi apa sih kebaikan atau benefit yang didapatkan oleh pelanggan-pelangganan kami. Nah itu juga sangat berarti bagi pertumbuhan saya di buku ketiga yaitu menjadi enterpreneur ya jadi bagaimana akhirnya saya menjadi bisnisman yang juga kemudian bisnis yang saya geluti itu mempunyai makna atau mempunyai banyak hal positif bagi masyarakat nggak lebih banyak orang nggak kalau nggak saya tidak akan masuk ke bisnis-bisnis yang tentu tidak membawa hal positif.”ungkapnya.
Hermanto Tanoko berharap, bukunya bisa memberi inspirasi bagi banyak orang.
“Setiap buku bisa dibaca dengan santai karena Saya menulisnya dengan bahasa yang mudah dipahami. Jangan karena lihat bukunya tebal sekali jadi satu terus ditinggal, akhirnya buku itu cuma jadi hiasan rak aja. Nah saya enggak mau begitu, saya ingin buku itu benar-benar bisa dibaca sampai selesai dan bisa memberi inspirasi,” tandasnya.[rea]






