Surabaya (beritajatim.com) — Komunitas Kamar Entrepreneur Indonesia (Keind) kembali menunjukkan keseriusannya dalam membentuk karakter wirausaha tangguh. Melalui program Retreat Akademi Militer Bela Negara di Magelang,
Keind melatih para anggotanya untuk mengasah kepemimpinan, kedisiplinan, dan ketahanan mental dengan metode pelatihan berstandar militer.
Program yang berlangsung intensif ini diikuti oleh para entrepreneur muda dari berbagai daerah. Mereka menjalani beragam latihan fisik dan simulasi strategi yang menuntut fokus, kerja sama, serta kemampuan mengambil keputusan di bawah tekanan.
Wakil Ketua Umum Keind Bidang Kewirausahaan, Hendy Setiono, menilai kegiatan ini sebagai pengalaman yang mengubah cara pandang anggota terhadap arti perjuangan dan ketangguhan dalam bisnis.
“Ini bukan sekadar pelatihan fisik, tapi latihan mental. Kami belajar keluar dari zona nyaman, menghadapi tekanan, dan tetap fokus pada tujuan persis seperti tantangan di dunia bisnis,” ujar Hendy.
Menurut Hendy, nilai-nilai Bela Negara yang diterapkan di akademi militer selaras dengan semangat entrepreneurship modern. Seorang pengusaha harus memiliki ketahanan seperti prajurit: disiplin, loyal, dan pantang menyerah.
“Bela Negara bukan hanya soal fisik, tapi juga ketahanan mental dan loyalitas terhadap visi bisnis. Seorang entrepreneur harus punya semangat juang dan integritas yang tinggi,” tambahnya.
Pelatihan ini juga menjadi sarana memperkuat solidaritas antaranggota Keind. Di tengah tantangan berat, para peserta saling menyemangati dan bekerja sama, membangun kekuatan kolektif yang disebut Hendy sebagai “roh sejati komunitas Keind.”
“Kami sadar, dalam dunia bisnis, tidak ada yang bisa sukses sendirian. Keind adalah keluarga besar yang saling menguatkan untuk membangun ekonomi Indonesia,” tutupnya.
Melalui program ini, Keind menegaskan komitmennya untuk melahirkan entrepreneur yang cerdas, disiplin, bermental baja, dan berjiwa nasionalis.
Dengan semangat Bela Negara, Keind ingin membangun ekosistem wirausaha yang tidak hanya sukses secara finansial, tetapi juga berkontribusi pada kemandirian ekonomi bangsa.[rea]






