Surabaya (beritajatim.com) – Jika hendak melakukan perjalanan jauh dengan kendaraan bermotor, tentu akan lebih aman dengan pengecekan mesin terlebih dahulu. Sebab, kendaraan bermotor yang akan digunakan untuk perjalan panjang sangat rawan mengalami masalah pada mesin.
Ada kata kunci tersendiri dalam mengecek mesin kendaraan bermotor yaitu bahan bakar, panas, dan listrik. Tiga unsur tersebut dibutuhkan setiap kendaraan bermotor untuk bisa hidup beroperasi. Namun, unsur tersebut juga yang bisa menyebabkan kendaraan mati akibat terbakar.
Sepanjang tahun 2021, setidaknya ada beberapa kejadian kecelakan mobil di Indonesia yang disebabkan oleh mesin kendaraan bermotor, data ini dari berbagai laporan yang dihimpun dari berita di kanal media. Kecelakaan tunggal yang terjadi di tengah jalan ini tentu menimbulkan banyak pertanyaan dari masyarakat.
Jika mengacu pada pendapat dari Kepala Subdirektorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Argo Wiyono dilansir dari kompas bahwa kebanyakan kejadian mobil terbakar diduga karena korsleting listrik.
Dari data tersebut mengingat betapa pentingnya bagi seseorang yang hendak melakukan perjalanan jauh agar selalu waspada dengan mesin kendaraan. Selain di bengkel pengecekan bisa dilakukan secara mandiri di rumah. Pengecekan ini cukup dilakukan 10-15 menit dengan seseorang tanpa perlu peralatan bengkel yang kompleks.
Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan saat mengecek kendaraan.
Pertama, periksa apakah ada kabel terkelupas, kabel putus, selang basah bahan bakar bocor.
Kedua, periksa kemungkinan adanya hal yang lain yang tidak umum, misalnya saja keberadaan sarang semut atau serangga lain di mesin kendaraan.
Ketiga, coba periksa bagian yang penting seperti ban yang mungkin ada masalah, kurang angin, atau pada bagian mesin bawah jika menggunakan mobil.
Keempat, merawat kendaraan dapat dilakukan dengan berpatokan pada jarak tempuh kendaraan sesuai petunjuk yang disarankan. Misalnya saja, sepeda motor harus dicek setelah menempuh 1.000 km dan mobil 5.000 km hingga 10.000 km.
Jika sudah sampai pada angka yang ditentukan tersebut sebaiknya Anda pergi ke bengkel untuk melakukan servis lebih lanjut. Itulah beberapa hal yang mesti diperhatikan saat hendak melakukan perjalan jauh dengan kendaraan bermotor. [dan/tur]






