Surabaya (beritajatim.com) – Kabar duka menghampiri Kerajaan Inggris, sang ratu yakni Ratu Elizabeth II telah menghembuskan nafas terakhirnya di Balmoral, Kamis, 8 September 2022. Berita ini pun dilaporkan langsung oleh Istana Buckingham.
Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi terkait penyebab kematian Ratu Elizabeth II di usia 96 tahun ini. Namun, telah diketahui bahwa kondisi kesehatan Ratu Elizabeth II memang memburuk dalam beberapa bulan terakhir.
Ia dilaporkan mengidap masalah mobilitas episodic sejak akhir tahun lalu. Hal itu membuatnya terpaksa menghindari berbagai acara publik.
Awal mula dari munculnya masalah mobilitas yakni pada Oktober 2021, publik pun menyaksikan dalam sebuah acara di mana putri pertama dari Pangeran George dan istrinya yang juga bernama Elizabeth itu mengenakan tongkat untuk berjalan.
Tidak lama setelah itu, secara diam-diam ia dibawa ke Rumah Sakit King Edward VII, tak ada yang tahu masalah kesehatan apa yang sedang ia alami.
Ratu Elizabeth II pun sempat menghilang untuk beberapa waktu, ia tidak terlihat di sejumlah acara penting. Salah satunya adalah pertemuan Cop26 di Glasgow Skotlandia.
Tidak berhenti sampai disitu, pada Februari 2022 Ratu Elizabeth II dinyatakan positif Covid-19. Ia juga sudah mendapat asupan 3 kali vaksin serta mengalami gejala ‘cold-like symptoms’.
Kronologi kematian Ratu Elizabeth II
Kondisi kesehatan Ratu Elizabeth II yang menurun telah dikabarkan sejak Kamis pagi. Pihak istana pun mengabarkan bahwa wanita kelahiran 21 April 1926 tersebut sedang berada dalam pengawasan medis yang cukup ketat selama 24 jam. Bukan di rumah sakit, tetapi kala itu ratu dirawat di kastil Bamoral yang terletak di Skotlandia.
Meski merupakan berita buruk, pihak istana berusaha menenangkan publik dengan melayangkan pernyataan lain, bahwa ratu dalam kondisi yang nyaman. “Sang Ratu dalam keadaan nyaman dan berada di Balmoral.”
[berita-terkait number=”5″ tag=”kesehatan”]
Seluruh anggota kerajaan yang sedang tidak berada di samping Ratu Elizabeth II akhirnya dihubungi untuk segera pulang dan mendampingi sang ratu. Anak pertama ratu yakni Pangeran Charles langsung melakukan perjalanan ke Balmoral bersama sang istri, Duches of Cornwall.
Begitu juga dengan Putri Anne, The Duke of York serta Count dan Countess of Wessex. Pangeran William, cucu sekaligus pemegang urutan ketiga takhta Inggris bergegas datang, sementara sang adik Pangeran Harry yang berada di Jerman dikabarkan masih dalam perjalanan.
Pukul 18.30 waktu Balmoral, pihak istana mengumumkan kabar duka melalui akun Twitter resmi. “Ratu meninggal dengan tenang di Balmoral sore ini, Raja (Charles) dan Ratu (Camilla) akan tinggal di Balmoral malam ini dan kembali ke London besok.”
Melalui Twitter pula, Pangeran Charles ikut membuat pernyataan yang berisi kesedihannya kehilangan Ratu Inggris yang notabene merupakan ibunya sendiri. Dalam masa berkabung ini, Pangeran Charles juga mengharapkan rasa hormat dan kasih sayang dari masyarakat.
Kabar ini sontak membuat semua orang kaget dan ikut bersedih. Penguasa Inggris yang telah melebarkan sayap selama 70 tahun itu membawa kenangan dan pelajaran tersendiri bagi masyarakat. (mnd/nap)






