Jakarta (beritajatim.com) – Pertarungan sarat gengsi bertajuk Derbi Suramadu tersaji di pekan ke-29 Liga 1 2024/2025. Persebaya Surabaya akan menjamu Madura United di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya pada Minggu (20/4/2025) malam.
Berdasarkan data dari Soccerway, dominasi Persebaya atas Madura United sudah terbangun sejak 2018. Dari total 17 pertemuan di semua ajang, Persebaya unggul dengan sepuluh kemenangan dan lima hasil imbang. Madura United cuma mencuri dua kemenangan dari Persebaya.
Laga ini tak hanya soal rivalitas wilayah, tetapi juga menjadi momentum bagi Persebaya untuk terus menjaga posisi mereka di papan atas klasemen.
Saat ini, tim Bajul Ijo menempati peringkat ketiga dengan koleksi 49 poin dari 28 laga. Mereka mencatat 14 kemenangan, tujuh kali imbang, dan tujuh kekalahan. Total, Persebaya mencetak 33 gol dan kebobolan 29 kali.
Kekuatan Persebaya di kandang juga tak bisa diremehkan. Dari 14 laga yang sudah dimainkan di Stadion GBT, mereka sukses meraih sembilan kemenangan, empat imbang, dan hanya sekali kalah. Catatan ini menjadikan kandang Persebaya sebagai salah satu benteng paling tangguh di Liga 1 musim ini.
Terbaru, Persebaya menunjukkan karakter kuat saat menahan imbang tuan rumah Persija Jakarta dengan skor 1-1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Hasil itu menjadi modal positif jelang menjamu Madura United.
Pelatih Persebaya, Paul Munster, menyebut timnya punya mentalitas pantang menyerah yang mulai terlihat jelas, bahkan ketika situasi tidak ideal.
“Laga melawan Persija sangat berbeda secara taktik. Kami kehilangan beberapa pemain karena skorsing, jadi harus beradaptasi. Tapi saya puas dengan bagaimana tim merespons, terutama setelah kebobolan,” kata Munster.
Ia menambahkan, fokus tim kini sepenuhnya tertuju ke laga kontra Madura United. “Mentalitas kami adalah untuk tidak kalah, dan itu terlihat. Tapi pertandingan itu sudah lewat, sekarang semua fokus ke Madura,” tegasnya. (faw/ian)






