Surabaya (beritajatim.com) – Husky-CNOOC Madura Limited (HCML), Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang beroperasi di perairan Madura, Jawa Timur, secara aktif mendukung kerja sama antara industri minyak dan gas dengan sektor perguruan tinggi.
Dukungan ini diwujudkan dengan kehadiran HCML dalam peresmian Migas Corner ITS pada Kamis, 17 Juli 2025. Acara peresmian pusat edukasi migas berbasis teknologi metaverse di Perpustakaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini dihadiri langsung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Bahlil Lahadalia.
Migas Corner ITS adalah hasil sinergi antara ITS, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), dan beberapa KKKS di wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa), termasuk HCML. Fasilitas ini dirancang sebagai ruang pembelajaran dan inovasi bagi mahasiswa ITS, sivitas akademika di Jawa Timur, serta masyarakat umum untuk lebih mengenal industri migas.
Manager Regional Office & Relations HCML, Hamim Tohari, menyampaikan selamat atas berdirinya Migas Corner tersebut. “Kebetulan kami juga memiliki HCML Edu Corner di Lantai 3 Intiland Tower, Jalan Panglima Sudirman, Surabaya. Dengan program ini, kami berupaya ikut berperan aktif dalam mendukung usaha pemerintah untuk memberikan sosialisasi dan berbagi pengetahuan seputar industri minyak dan gas bumi,” katanya.
Sebelumnya, pada awal Juni 2024, sepuluh mahasiswa dari Program Studi Teknik Lepas Pantai, Departemen Teknik Kelautan, Fakultas Teknologi Kelautan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kantor Wilayah Ditjen Bea dan Cukai Jawa Timur I juga sempat berkunjung ke HCML Edu Corner.
Hamim bersyukur pusat informasi dan pembelajaran serupa yang dimiliki HCML kini dibuka pula oleh ITS. Hal ini merupakan tindak lanjut dari perjanjian kerja sama ITS dan SKK Migas yang telah ditandatangani pada 20 September 2024. Ia berharap semakin banyak perguruan tinggi membuka pusat informasi serupa, sehingga pengetahuan masyarakat tentang dunia migas akan semakin kuat. “Ini akan berdampak positif,” katanya.
Menurut Hamim, edukasi mengenai industri migas kepada masyarakat harus diperluas dengan melibatkan banyak pemangku kepentingan, terutama perguruan tinggi, mengingat tantangan ke depan yang semakin besar.
“Kita juga berharap Migas Corner ITS menjadi katalisator lahirnya sumber daya manusia energi yang unggul dan inovatif sekaligus menjadi simpul kolaborasi antara akademisi, industri, dan pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi nasional,” kata Hamim.[rea]






