Magetan (beritajatim.com) – Polisi masih terus melakukan pemeriksaan mendalam untuk menyingkap musabab terjunnya bus pariwisata PT Semeru Putra Transindo Semarang di jurang pinggir Jalan Tembus Sarangan-Tawangmangu, Kelurahan Sarangan Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.
Subdit Gakkum Ditlantas Polda Jawa Timur bersama Dishub Jawa Timur pun terjun langsung guna mengungkap kejadian itu. Mereka membawa alat 3D Scanner dan sejumlah peralatan lain untuk memeriksa jalur Jalan Tembus dan kondisi bus. Alat itu digunakan untuk mendata gambaran sebelum, saat, dan sesudah kejadian.
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Jatim AKBP Gathut Bowo Supriyono mengungkapkan pihaknya sudah selesai melakukan pemeriksaan jalur dan kondisi bus. Temuan sementara yakni tidak ada jejak pengereman di jalan turunan sebelum jurang.
[berita-terkait number=”5″ tag=”kecelakaan-magetan”]
Sementara, kondisi bus buatan tahun 2018 itu juga masih laik jalan. Dibuktikan dengan hasil keterangan uji KIR yang masih berlaku sampai 16 Desember 2022. Sopir bus yakni Muhammad Barliyan (52) warga Kelurahan Kemijen, Semarang Timur, juga masih memiliki surat ijin mengemudi (SIM).
“Kami sudah cek, kami akan kumpulkan data dulu dan hasil pemantauan saat ini. Hasil kemungkinan keluar dalam 3 hingga 4 hari. Bus sebenarnya laik jalan, berdasarkan hasil uji KIR, surat-surat lengkap, sopir memiliki SIM aktif,” kata Gathut usai pemeriksaan di TKP, Senin (5/12/2022).

Diketahui, sebuah bus pariwisata mengangkut 52 orang terjun ke jurang di pinggir jalan Raya Sarangan-Tawangmangu atau jalan tembus Cemoro Sewu-Sarangan tepatnya di atas Wisata Lawu Green Forest (LGF) Kelurahan Sarangan, Plaosan, Magetan, Jawa Timur, Minggu (4/12/2022) pukul 11.00 WIB. Bus bernopol H 1470 AG itu terjun ke jurang sedalam 30 meter usai menghantam guardrail atau pembatas jalan hingga rusak.
Diduga, bus pariwisata tersebut mengalami gangguan fungsi rem. Mesin bus dalam kondisi mati sebelum akhirnya menabrak guardrail atau pembatas jalan hingga akhirnya jatuh ke jurang sedalam 30 meter.
Total ada 7 orang meninggal dunia termasuk sang pengemudi bus. Kemudian, 32 korban dinyatakan luka-luka. Sebagian masih menjalani perawatan di RSUD dr Sayidiman, pun sebagai bakal dijemput oleh Pemkot Semarang. Polisi masih melakukan penyelidikan di lokasi kejadian.
Sebanyak 7 jenazah korban bus pariwisata yang masuk jurang di Plaosan Magetan dipulangkan ke Kota Semarang, Minggu (4/12/2022) pukul 19.40 WIB. Jenazah diangkut 7 ambulance dan dilepas langsung oleh Bupati Magetan Suprawoto, Kapolres Magetan AKBP Muhammad Ridwan, dan Dandim 0804 Magetan Letkol Inf Dani Indrajaya. (fiq/kun)






