Ponorogo (beritajatim.com) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ponorogo dikejar target untuk segera menyelesaikan penebangan pohon di Jalan Jendral Sudirman (Jensud) sisi selatan. Penebangan pohon untuk pelebaran trotoar itu diharuskan rampung sebelum pembukaan Grebeg Suro.
“Kita ditarget tanggal 20 Juli nanti harus selesai, sehari jelang pembukaan Grebeg Suro,” kata Kabid Pengelolaan Sampah dan Pertamanan DLH Ponorogo, Kamsun, Jumat (15/7/2022).
Jalan Jensud nantinya digunakan untuk rangkaian acara Grebeg Suro. Salah satunya, menjadi rute Kirab Pusaka dan parade Reog Obyok.
Kamsun mengungkapkan pengerjaan penebangan pohon dimulai pada hari Senin (11/7) lalu. Total ada 57 pohon yang ditebang mulai pertigaan Ngepos hingga perempatan Alon-alon Ponorogo.
“(Pohonnya) hampir sama dengan pohon yang ditebang di Jalan Urip Sumoharjo, pohon jenis Glodok dan Sono Kembang,” katanya.
Agar dapat memenuhi target, DLH Ponorogo menerjunkan 20-an personel didukung peralatan seperti gergaji mesin dan mobil hidrolis. Seperti di Jalan Urip Sumoharjo, penebangan di Jalan Jensud juga terkendala kabel yang berada di sekitar pohon.
Untuk itu, pihaknya selalu mewanti-wanti pekerja ekstra hati-hati. Selain kabel, para petugas juga diingatkan agar berhati-hati terhadap pengguna jalan yang mengendarai sepeda motor kencang-kencang.
[berita-terkait number=”3″ tag=”ponorogo”]
Sebab, dalam penerbangan DLH Ponorogo tidak menutup total jalan. Sehingga para pengguna jalan masih dapat melintas.
“Jalannya satu arah, yang lewat kencang-kencang. Kita tidak blokade total, pengguna jalan masih bisa lewat,” ungkap Kamsun.
Pohon-pohon yang ditebang itu, kata Kamsun, 50 persen masih berada di pinggir jalan Jensud. Rencananya kayu-kayu itu akan ditempatkan di belakang kantor DLH Kabupaten Ponorogo dan akan diserahkan ke bidang aset untuk dijual.
“Bukan DLH yang menjual, ini nanti diserahkan bidang aset untuk dijual. Lebih cepat lebih baik, biar masuk PAD,” pungkasnya. [end/beq]






