Sidoarjo (beritajatim.com) – Sosok ikonik Hariono resmi beralih peran dari lapangan hijau ke jajaran staf kepelatihan Deltras FC setelah mendapatkan kepercayaan penuh dari manajemen klub untuk menjadi asisten pelatih di sisa laga musim ini.
Gelandang pengangkut air asal Sukodono ini terlihat mulai mendampingi tim dalam sesi latihan bersama, bukan lagi sebagai pemain aktif, melainkan sebagai tangan kanan pelatih caretaker Nurul Huda.
Keputusan manajemen The Lobster untuk menarik Hariono ke kursi kepelatihan diambil setelah tim mengalami transisi pasca-hengkangnya Widodo C. Putro.
Pengalaman panjang Hariono di level nasional diharapkan mampu memberikan stabilitas mental bagi skuat Deltras FC, meskipun mantan penggawa Persib Bandung tersebut masih dalam masa pemulihan cedera serius.
Karier Hariono sebagai pemain musim ini memang terhambat setelah ia dibekap cedera ligamen lutut kanan (ACL) yang cukup parah saat Deltras FC menjamu Persipura di Gelora Delta Sidoarjo, Sabtu (11/10/2025).
Cedera pada putaran pertama tersebut memaksa pemain yang dikenal dengan determinasi tingginya ini harus naik meja operasi dan menjalani proses penyembuhan dalam waktu yang sangat lama.
“Tentunya saya sangat bersyukur alhamdulillah terima kasih kepada manajemen sudah diberi kesempatan dan kepercayaan menjadi asisten pelatih di sisa laga Deltras ini,” ungkap Hariono saat ditemui di sela agenda tim, Senin (30/3/2026).
Pria yang identik dengan rambut gondrongnya ini mengaku sangat antusias sekaligus tertantang dengan peran barunya di pinggir lapangan.
Bagi Hariono, menjadi bagian dari staf teknis adalah babak baru dalam karier sepak bolanya yang dimulai dari tanah kelahirannya sendiri di Sidoarjo.
“Ini merupakan pengalaman perdana saya dan tugas baru di staff kepelatihan. Saya akan belajar dan berusaha yang terbaik untuk Deltras kedepan,” beber mantan gelandang Timnas Indonesia tersebut.
Masuknya Hariono ke tim kepelatihan Deltras senior diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi motivasi para pemain, terutama dalam menghadapi laga-laga krusial di depan.
Manajemen menilai kedekatan Hariono dengan para pemain di ruang ganti menjadi modal berharga untuk menjaga kekompakan tim di bawah arahan Nurul Huda hingga akhir kompetisi. [way/ian]






