Surabaya (beritajatim.com) – Jutaan anak di seluruh dunia sudah tidak memiliki orang tua dengan berbagai alasan dari perang, kelaparan, pengungsian, penyakit hingga kemiskinan.
Maka dari itu supaya memastikan jika mereka tidak dilupakan, setiap setahun sekali diadakan hari khusus sebagai bentuk dedikasi, salah satunya adalah Hari Yatim Sedunia, yang jatuh pada Senin kedua setiap bulan November.
Tujuan diadakannya hari ini untuk memberikan perhatian terhadapan penderitaan anak yatim di dunia. Harapannya dengan adanya hari ini orang-orang dapat berpartisipasi aktif membantu meningkatkan kesadaran, dukungan, dan pendanaan terhadap anak-anak yatim dan yatim piatu di seluruh dunia.
[berita-terkait number=”5″ tag=”sejarah”]
Sejarah Munculnya Hari Yatim Sedunia
Secara resmi, orang pertama yang merawat anak-anak yatim piatu adalah orang Romawi. Pada tahun 400 Masehi, mereka membuka panti asuhan pertama. Namun, sebelumnya adanya panti itu, sudah ada pada hukum Yahudi dan Athena yang mengharuskan anak didukung hingga usia 18 tahun.
Filsuf besar Plato mengatakan, jika Yatim harus ditempatkan di bawah perawatan wali umum. Seorang laki-laki harus memiliki rasa takut akan kesepian anak yatim dan mencintai anak yatim bahkan mereka dapat seolah-olah menjadi wali anak yatim. Bukan hanya para laki-laki harus berhati-hati dan rajin dalam pengelolaan harta anak yatim sama seperti miliknya sendiri atau bahkan jauh harus lebih berhati-hati lagi.
Ketika masuk abad pertengahan di Eropa Abad Pertengahan, anak yatim mendapat asuhan dari gereja. Pada awal 1900-an, sejumlah anak yatim di Inggris berada pada proporsi yang mengkhawatirkan, apalagi kondisi tempat tinggal mereka seringkali mengerikan dan kejam. Novel Charles Dickens merupakan karya yang paling terkenal, “Oliver Twist” menggambarkan mengenai kesulitan yang dialami anak-anak yatim piatu di panti asuhan.
Masuk pada zaman modern, peneliti hampir sepakat dalam klaim mereka mengenai panti asuhan menjadi pilihan perawatan terburuk bagi anak-anak, karena mereka tidak menerima jumlah perhatian atau kontak fisik yang tepat supaya dapat berkembang dengan baik.
Inilah yang membuat banyak orang seringkali orang Barat memutuskan mengadopsi anak-anak dari negara-negara miskin supaya dapat memberi kehidupan yang lebih baik. Namun, nyatanya hal ini malah menyebabkan sejumlah besar penipuan pada calon orang tua yang tidak curiga, banyak telah membayar sejumlah besar uang untuk mengadopsi anak-anak yang telah dibeli dari orang tua mereka dengan harga murah.
Hingga akhirnya, The Stars Foundation menciptakan Hari Anak Yatim Sedunia sebagai bentuk peningkatan kesadaran tentang jumlah anak di dunia ini yang kekurangan sesuatu yang dianggap remeh yaitu orang tua. (prd/nap)






