Surabaya (beritajatim.com) – Pada mulanya adalah Houdini Day. Ketika itu 31 Oktober 1927 Wilhelmina Beatrice “Bess” Rahner, istri Houdini mempersembahkan sebuah trofi untuk memperingati satu tahun kematian suaminya. Momen ini kemudian diapresiasi oleh teman-teman Houdini sesama pesulap untuk membuat Hari Houdini.
Bagi anda yang menyukai sulap, nama ini pasti sudah tidak asing di telinga anda. Harry Houdini adalah pesulap paling mashur di masa itu. Ia adalah anggota dari Society of American Magicians. Sebuah perkumpulan para pesulap di Amerika Serikat. Pria yang lahir di Budapest, Hungaria ini lah yang membuat sulap menjadi pertunjukan yang banyak diminati dan terkenal di seluruh penjuru dunia.
Houdini sendiri meninggal di sebuah Rumah Sakit di Detorit, Michigan, Amerika Serikat tanggal 31 Oktober 1926. Maka tidak berlebihan jika hari kematiannya tersebut dijadikan sebagai hari sulap dunia. Bahkan sebagai bentuk penghormatan pada Houdini, minggu terakhir bulan Oktober ini juga dijadikan sebagai Minggu Sulap Nasional di Amerika Serikat.
Di peringatan Minggu Sulap Nasional ini, para pesulap akan membuat pertunjukan selama tujuh hari berturut-turut sejak tanggal 25 Oktober dan puncaknya di hari Sulap Dunia 31 Oktober. Selain membuat pertunjukan, mereka memberikan pelajaran bagi mereka yang tertarik dan ingin belajar sulap.
Sebagai seorang pesulap, Houdini sangat dikenal dengan seni melarikan diri handcuff. Yakni sebuah pertunjukan sulap ketika seseorang diletakkan di situasi berbahaya dengan kondisi tangan, kaki, dan badan dikunci. Biasanya, mereka dililit dengan tambang, atau rantai kemudian tangan dan kakinya diborgol, dan rantai-rantai tersebut digembok. Pesulap tersebut kemudian di masukkan ke sebuah kotak penuh dengan air, atau ke laut, dan harus bisa melarikan diri dalam kurun waktu tertentu.
Sebagai sebuah pertunjukan, sulap memang pernah menjadi sangat populer di dunia termasuk, di Indonesia. Bahkan kita punya banyak pesulap yang bahkan diakui secara internasional. Ada nama-nama seperti Deddy Corbuzier, Romy Rafael, Demian, Joe Sandy, serta Limbad.
Namun, dengan banyaknya trik-trik sulap yang sudah dibuka rahasianya dan berkembangnya dunia digital, sulap pun mulai meredup dan mendapat perhatian yang tidak lagi sebanyak dulu. Namun, jika anda masih tertarik untuk belajar sulap atau menonton sulap, anda bisa menemukan banyak kanal sulap di Youtube.
Buku-buku tentang sulap dan bagaimana mempelajari sulap secara otodidak pun sudah banyak tersedia. Anda bisa memulainya dari belajart sulap kartu yang sudah banya tutorial dan tergolong cukup mudah. (tur/bjo)






