Mojokerto (beritajatim.com) – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2024, Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto menggelar acara bersepeda unik bertajuk ‘Nggowes Sarungan’, Minggu (20/10/2024). Acara ini menarik perhatian masyarakat karena peserta diwajibkan mengenakan sarung, pakaian khas santri, dan berkesempatan memenangkan hadiah utama berupa paket umroh.
Rute bersepeda yang ditempuh sejauh 11,2 km, dimulai dari Balai Kota Mojokerto dan berakhir di Lapangan Pondok Pesantren Al Amin, Desa Ngingasrembyong, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Acara ini diikuti oleh lebih dari 1.000 peserta dari berbagai kalangan, termasuk santri, masyarakat umum, hingga pejabat pemerintahan.
Penjabat (Pj) Wali Kota Mojokerto, Moh. Ali Kuncoro, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar olahraga, namun juga sebagai bentuk penghormatan terhadap peran santri dalam sejarah perjuangan kemerdekaan bangsa. Selain itu, acara ini diharapkan dapat mempererat tali persaudaraan di antara masyarakat.
“Nggowes ini adalah simbol kebersamaan. Tidak hanya berolahraga, tapi juga merayakan Hari Santri dengan cara yang mencerminkan nilai-nilai persatuan dan peran santri dalam sejarah bangsa kita,” ungkap Ali Kuncoro, Sabtu (19/10/2024).
Selain menikmati suasana bersepeda, peserta juga berpeluang mendapatkan berbagai hadiah menarik, termasuk hadiah utama berupa satu paket umroh atau uang tunai sebesar Rp25 juta.
Hal menarik lainnya dari acara ini adalah dress code yang ditetapkan, di mana peserta laki-laki diutamakan mengenakan sarung, yang menjadi simbol budaya santri. Pendaftaran untuk acara ini dilakukan secara online melalui link bit.ly/NGGOWESHARISANTRI.
Dengan semangat kebersamaan dan antusiasme masyarakat yang tinggi, ‘Nggowes Sarungan’ diharapkan menjadi kegiatan yang sukses dan memberikan inspirasi untuk pelaksanaan acara serupa di masa mendatang. [tin/beq]







