Bojonegoro (beritajatim.com) – Secara serentak Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menggelar Operasi Keselamatan 2023. Termasuk di Kabupaten Bojonegoro.
Ops Keselamatan 2023 itu mulai diberlakukan pada Selasa, 7 Februari 2023 dan akan berlangsung selama dua pekan ke depan.
Di hari pertama Operasi Keselamatan 2023, empat warga Kabupaten Bojonegoro tewas di jalan. Mereka menjadi korban kecelakaan antara bus dengan dua sepeda motor di Jalan Raya turut Desa Mejuwet Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro, Selasa (07/02/2023) malam.
Kasat Lantas Polres Bojonegoro, AKP I Gusti Bagus Krisna Fuady membenarkan, per 7 Februari 2023, secara serentak Korlantas Polri menggelar Operasi Keselamatan. Tujuan utama operasi tersebut adalah untuk meningkatkan kepatuhan dan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas.
Kemudian, terwujudnya situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar lantas) yang aman, tertib, nyaman dan selamat. Menurunnya angka pelanggaran dan angka fatalitas. Serta, meminimalisir angka pelanggaran lalu lintas yang berdampak terhadap fatalitas korban kecelakaan lalu lintas.
“Bentuk kegiatan yang dilakukan dalam operasi keselamatan itu dengan memasifkan kegiatan preemtif, preventif dan penegakan hukum,” ujarnya, Kamis (9/2/2023).
Untuk diketahui, dalam peristiwa kecelakaan yang terjadi antara bus dengan dua pengendara sepeda motor itu, satu korban meninggal di jalan dan tiga orang lain meninggal saat perawatan di rumah sakit.
Kecelakaan bermula, saat bus dengan nomor polisi S 7792 UA melaju dari arah timur ke barat. Bersamaan itu, ada pengendara motor jenis Suzuki Shogun nomor polisi W 2058 ZE yang dikendarai Totok, berjalan searah bermaksud menyeberang ke kanan.
[berita-terkait number=”5″ tag=”Bojonegoro”]
Sopir Bus Dali Mas, Sutrisno (60), warga Desa Tikusan, Kecamatan Kapas yang mengemudikan dengan kecepatan tinggi berusaha membanting kemudi ke kanan untuk menghindari motor tersebut namun tidak terhindarkan. Sehingga terjadi kecelakaan.
Selain tiga korban, dalam peristiwa kecelakaan itu juga menewaskan satu korban lain, yakni Totok yang mengendarai sepeda motor jenis Suzuki Shogun nomor polisi W 2058 ZE. Totok meninggal dunia tadi pagi setelah dirawat di RSUD Sumberrejo.
Kecelakaan itu, menurut Kepala Desa Mejuwet, Muhadi, awalnya terjadi antara Bus Dali Mas yang dikemudikan oleh Sutrisno (60) Warga Desa Tikusan Kecamatan Kapas yang melaju dengan kecepatan tinggi dari arah timur ke barat. Saat berada di Jalan Raya Bojonegoro-Babat turut Desa Mejuwet pengendara Shogun bermaksud belok ke kanan.
Bersamaan dengan itu, melaju dari arah berlawanan korban satu keluarga mengendarai sepeda motor juga ditabrak bus yang membanting kemudi ke kanan jalan itu. Korban satu keluarga itu adalah Agung Prasetyo (33) yang membonceng istrinya Siti Arifatul Amalia (30) dan anaknya, Nadine (4) warga Desa Mejuwet Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro. [lus/beq]






