Ringkasan Berita
- Pemkab Kediri menggelar Festival Youth and Culture di kawasan Taman Hijau Simpang Lima Gumul (SLG).
- Mengusung tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim”, festival ini menjadi puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tingkat kabupaten.
- Sebanyak 44 sekolah menerima piagam penghargaan Adiwiyata tingkat Kabupaten dari Bupati Kediri atas dedikasi mereka merawat ekosistem sekolah.
- Edukasi sengaja difokuskan kepada para peserta didik guna membangun fondasi karakter dan budaya cinta lingkungan yang berkelanjutan.
Kediri (beritajatim.com) – Menumbuhkan kesadaran ekologis sejak usia belia kini menjadi fokus utama Pemerintah Kabupaten Kediri. Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Pemkab Kediri secara masif mengajak generasi muda untuk menanamkan budaya peduli lingkungan sejak dini.
Upaya nyata tersebut diwujudkan melalui perhelatan Festival Youth and Culture yang dipusatkan di kawasan ruang terbuka publik Taman Hijau Simpang Lima Gumul (SLG), Kediri. Langkah ini ditempuh sebagai investasi jangka panjang dalam mitigasi perubahan iklim di tingkat lokal.
Kegiatan yang mengusung tema besar “Saatnya Bekerja untuk Iklim” ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang gaungnya telah dimulai sejak pekan lalu.
Festival ini sengaja melibatkan ekosistem pendidikan secara luas, terutama jaringan sekolah-sekolah Adiwiyata yang tersebar di wilayah Kabupaten Kediri.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, melalui Kepala DLH Kabupaten Kediri, Putut Agung Subekti, memaparkan bahwa intervensi edukasi sengaja diarahkan kepada peserta didik. Sekolah dinilai sebagai laboratorium sosial terbaik untuk menginternalisasi nilai-nilai kelestarian alam agar bertransformasi menjadi karakter hidup sehari-hari.
Apresiasi untuk 44 Sekolah Adiwiyata
Sebagai bentuk apresiasi terhadap komitmen dunia pendidikan, dalam festival tersebut juga dilakukan penyerahan 44 piagam penghargaan dari Bupati Kediri kepada sekolah-sekolah Adiwiyata tingkat Kabupaten Kediri.
Penghargaan ini diberikan sebagai pengakuan atas keberhasilan sekolah dalam mengintegrasikan gerakan peduli dan berbudaya lingkungan ke dalam sistem pembelajaran mereka.
“Pesan dari Mas Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana adalah bagaimana sekolah mampu membangun budaya lingkungan. Peringatan tahun ini sengaja kita fokuskan kepada peserta didik sebagai upaya membangun benteng pertahanan lingkungan yang berkelanjutan dari bangku sekolah,” terang Putut Agung Subekti saat memberikan sambutan.
Melalui momentum Festival Youth and Culture ini, Pemkab Kediri berharap aksi nyata dalam menjaga kelestarian bumi tidak berhenti pada agenda seremonial belaka. Penghargaan Adiwiyata yang diberikan diharapkan mampu memicu efek domino bagi sekolah-sekolah lain di Kediri untuk ikut ambil bagian dalam gerakan penyelamatan iklim global. [ADV PKP/nm]






