Mojokerto (beritajatim.com) – Hari keempat, Jumat (27/12/2024) upaya pencarian korban ceburkan diri ke Sungai Brantas, TH (24) belum membuahkan hasil. Meskipun debit air Sungai Brantas mengalami penurunan dari 700 s/d 800 m³/detik menjadi 400m³/detik.
“Untuk upaya pencarian hari ini (H-4), masih nihil. Luas area dan pola pencarian masih sama dengan H-3 kemarin, yakni radius 30 KM hingga Sungai Porong dengan menggunakan perahu karet. Tim SAR gabungan dibagi 3 SRU,” ungkap On Scene Commander (OSC), Gani Wiratama.
Pembagian tim tiga SRU. SRU 1 dan SRU 2, lanjut Gani, menggunakan perahu karet menyusuri Sungai Brantas hingga Sungai Porong di Kabupaten Sidoarjo. Sementara SRU 3 melakukan pemantauan di titik-titik jembatan. Debit air sudah mengalami penurunan.
“Perbedaan di hari keempat yakni pada debit air yang sudah mulai turun. Pada hari ketiga kemarin, debit air mengalami kenaikan dari hari kedua yakni 700 m³/dtk sampai dengan 800 m³/dtk. Namun di hari keempat turun menjadi 400m³/dtk,” katanya.
Dengan penurunan debit sungai terpanjang kedua di Pulau Jawa setelah Bengawan Solo di hari keempat ini, tidak ada kendala berarti yang dialami tim SAR gabungan. Menurutnya, untuk sampah sudah bersih, arus cenderung landai dan jarak pandang tidak ada hambatan.
“Untuk upaya pencarian hari ini (H-4), masih nihil sehingga upaya pencarian akan dilanjutkan kembali pada, Sabtu besok,” pungkasnya.
Sebelumnya, seorang pemuda terjun ke Sungai Brantas tepatnya di pintu air Rolak 9 Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Senin (23/12/2024) malam. Sebelum terjun, korban menitipkan sepeda motor Honda Beat nopol S 3291 NAW warna hitam.
Korban diketahui atas nama TH (24) asal Desa Tambakagung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Sebelumnya menceburkan diri, korban sempat mampir ke warung kopi yang ada di sekitar pintu air Rolak 9. Tak lama korban menitipkan sepeda motor miliknya kepada pengunjung warung lain dan terjun ke Sungai. [tin/ian]






