Ringkasan Berita
- Polres Sumenep menyalurkan 5.000 liter air bersih kepada warga Desa Larangan Barma, Kecamatan Batuputih.
- Bantuan diberikan sebagai rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus membantu warga yang mengalami krisis air bersih.
- Polres Sumenep akan berkoordinasi dengan BPBD untuk menjangkau daerah lain yang terdampak kekeringan.
- Warga mengaku bersyukur karena sumur di wilayah tersebut mulai mengering saat musim kemarau.
Sumenep (beritajatim.com) – Polres Sumenep menyalurkan 5.000 liter air bersih secara gratis kepada warga Desa Larangan Barma, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, yang mengalami krisis air bersih. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat sekaligus rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80.
Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto mengatakan, distribusi air bersih dilakukan setelah pihaknya menerima informasi mengenai kesulitan warga mendapatkan air bersih akibat mulai mengeringnya sumber air di wilayah tersebut.
“Kami mendapat informasi bahwa di Desa Larangan Barma ini krisis air bersih. Karena itu, sekaligus di momentum 80 tahun Hari Bhayangkara, kami mendistribusikan air bersih. Semoga bantuan air bersih ini bisa membantu warga di sini,” katanya, Jumat (19/6/2026).
Sebanyak 5.000 liter air bersih didistribusikan menggunakan mobil tangki. Warga tampak antusias menyambut bantuan tersebut dengan membawa jeriken, ember, hingga berbagai wadah penampung untuk memperoleh air bersih.
AKBP Anang menegaskan, Polres Sumenep tidak hanya akan menyalurkan bantuan di Desa Larangan Barma. Pihaknya saat ini terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep untuk memetakan wilayah lain yang mengalami kekeringan.
“Kami masih berkoordinasi dengan BPBD Sumenep untuk mengetahui daerah mana saja yang sedang mengalami krisis air bersih. Jadi bantuan air bersih dari kami tidak hanya di sini. Kami siap untuk kembali mendistribusikan bantuan air bersih ke daerah-daerah yang membutuhkan,” tandasnya.
Menurutnya, kegiatan sosial tersebut bukan hanya bertujuan membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga mempererat hubungan antara Polri dan warga.
“Dengan demikian, kami berharap bisa terjalin sinergi yang semakin kuat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Sumenep,” ucapnya.
Salah seorang warga Desa Larangan Barma, Sanima, mengaku bersyukur atas bantuan air bersih yang diberikan Polres Sumenep. Ia mengatakan, saat musim kemarau sebagian besar sumur warga mulai mengering sehingga kebutuhan air bersih menjadi sulit dipenuhi.
“Somor-somor e kaenje neka pon kereng. Sobung aenga. Jet mon nemor, malarat aeng e kaenje. Kan mangkana sokor neka, Alhamdulillah bada kereman aeng dari Pak Polisi (Sumur-sumur di sini banyak yang kering. Kalau musim kemarau memang sulit mendapatkan air bersih. Karena itu kami bersyukur ada bantuan air bersih dari Pak Polisi),” ucapnya. [tem/beq]

as a preferred source on Google




