Malang (beritajatim.com) – Harga sejumlah kebutuhan pokok mengalami tren kenaikan. Seperti beras, gula dan minyak goreng. Di luar 3 kebutuhan pokok itu, harga cabai, kentang juga cenderung mengalami kenaikan.
Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan bahkan berencana menyediakan cabai dalam operasi pasar yang akan digelar pekan depan. Sebab, cabai juga termasuk komoditas yang banyak dibutuhkan masyarakat termasuk para pelaku UMKM. Harga cabai sendiri saat ini berkisar Rp80 ribu.
“Nanti kita akan komunikasi dengan Dispangtan termasuk nanti untuk mendistribusikan cabai, kentang yang sifatnya tanaman,” ujar Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi di Pasar Murah di Kantor Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Senin, (20/11/2023).
Baca Juga: DPMPTSP Gresik Studi Banding Penerapan Regulasi Perizinan KEK
Eko menyebut, intervensi yang bisa dilakukan oleh Pemkot Malang untuk menekan harga cabai dan kentang berupa subsidi. Karena untuk 2 komoditi ini pasti ada biaya angkut dan pengemasan. 2 hal inilah yang mungkin akan diberi subsidi agar harga di pasaran kembali stabil.
“Intervensinya bentuk subsidi. Karena kalau sudah di pabrik itu kan harga nett nanti pasti ada biaya angkut, pengemasan, pasti ada. Karena kita ambilnya dalam kondisi kemasan,” ujar Eko.
Setelah pasar murah digelar secara marathon di 5 kecamatan di Kota Malang. Diskopindag berlanjut melakukan operasi pasar. Targetnya adalah akhir November. Untuk komoditi yang diperdagangkan selain kebutuhan pokok sembako juga cabai dan kentang.
“Pasti untuk harga murah itu ada mungkin ongkos angkut, tenaga angkat, pengiriman mungkin hal-hal seperti itu. Nanti akan kita diskusikan secepatnya akhir bulan ini atau mungkin pekan depan operasi pasar akan kita siapkan cabai dan lainnya,” ujar Eko.
Sementara itu, Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, pasar murah dilakukan setelah Tim Pengendali Inflasi Daerah Kota Malang keliling memantau harga disejumlah pasar tradisional. Hasilnya ada sejumlah kenaikan harga kebutuhan pokok.
Baca Juga: Kecelakaan Truk Tronton Terguling di Jalan Menikung Pacitan, Rugi Rp5 Juta
“Makanya tadi ini, kita sedang mencari untuk bisa intervensi terkait dengan harga gula. Lainnya relatif stabil. Bulog juga sudah gelontor beras SPHP nya untuk menekan. Lainnya tak terlalu signifikan terkait fluktuatifnya harga,” ujar Wahyu.
Wahyu mengatakan, Pemkot Malang terus berkoordinasi dengan sejumlah otoritas terkait seperti pabrik gula Kebonagung dan Bulog Malang. Dia berharap pasar murah mampu membuat harga kebutuhan pokok kembali stabil.
“Gula ini memang agak tidak terkendali. Makanya di sini kami berikan gula. Mudah mudahan ini cara intervensi bahan pokok yang naik. Sehingga bisa stabil. Kami akan coba memberikan 1 terapi sendiri untuk bisa menekan inflasi,” ujar Wahyu. (Luc/ian)






