Surabaya (beritajatim.com) – Harga BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar resmi mengalami kenaikan. Atas kondisi ini, organisasi masyarakat Garuda Kencana Nusantara Indonesia (GKNI) Surabaya mengajak masyarakat menjaga kondusivitas.
Ajakan ini dijalankan melalui aksi damai yang digelar di Tandes pada Sabtu (3/9/2022). Dalam aksinya, mereka membagikan brosur yang berisi tulisan ajakan terhadap masyarakat untuk menyikapi rencana tersebut dengan kepala dingin.
Selain itu, brosur tersebut juga berisi tabel yang menunjukkan perbandingan harga BBM. Harga BBM di Indonesia masih murah dibanding Hongkong, Singapura, Thailand dan Vietnam.
Ketua GKNI Surabaya, Muadi mengatakan, kendati seluruh warga Indonesia, khususnya Surabaya, merasa keberatan dengan rencana tersebut, tetapi pemerintah sudah berusaha menanggulangi persoalan itu dengan program bantuan langsung tunai (BLT) sebesar Rp600 ribu.
“Maka dari itu, mari kita mendukung program pemerintah ini untuk melanjutkan hidup berbangsa dan bernegara. Kenaikan BBM ini untuk semua masyarakat. Mari kita bersama-sama mendukung apa yang sudah di programkan oleh pemerintah,” ajaknya.
Dia juga mengingatkan warga Surabaya untuk menjaga kondusifitas, jika di kemudian hari ada elemen masyarakat yang melakukan demonstrasi menolak kenaikan harga BBM.
[berita-terkait number=”3″ tag=”harga-bbm-subsidi-naik”]
“Ayo kita hadapi dengan kepala yang dingin, jangan mudah kena provokasi oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. Saya harap, masyarakat menanggapi kenaikan harga BBM ini dengan hati yang jernih dan tidak ada gejolak apapun. Mudah-mudahan itu terwujud di Surabaya, bahkan di seluruh Indonesia,” tambahnya.
Dalam waktu dekat, pihaknya bakal melakukan aksi ajakan menjaga kondusifitas menyikapi kenaikan harga BBM ini di kecamatan lain, yang tersebar di wilayah Surabaya.
“Rencananya, kami bersosialisasi terus ke setiap titik-titik. 31 kecamatan rencananya akan kita datangi semua. Jadi kami akan memberikan imbauan ini di perusahaan yang banyak pekerjanya,” pungkasnya.
Pemerintah resmi melakukan penyesuaian harga terhadap BBM bersubsidi. Terhitung mulai hari ini pukul 14.30 WIB, harga Pertalite naik menjadi Rp10 ribu dan Solar subsidi jadi Rp6.800 per liter [uci/beq]






