Pasuruan (beritajatim.com) – Naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) membuat warga di Kota Pasuruan kelimpungan. Pasalnya dengan diumumkannya harga BBM pada Sabtu (3/9/2022) lalu membuat harga komoditas bumbu dapur juga mengalami kenaikan.
Salah satunya yakni harga bawang dan cabai di Pasar Gadingrejo Kota Pasuruan. Hal ini disampaikan langsung oleh distributor sayuran Muhammad Lutfi (35), yang mensuplai pasar besar Kota Pasuruan. “Harga jual naik semua dari kulakannya, karena pengaruh bbm naik. Yang naik itu bawang putih, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit,” celotehnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”bbm”]
Lutfi menjelaskan jika sebelumnya harga bawang putih berada di kisaran Rp 14 ribu per kilo kini naik menjadi Rp 15 ribu per kilo. Sementara harga bawang merah juga meningkat dari
Sementara harga Rp 25 ribu per kilo menjadi Rp 27 ribu per kilo.
Adapun harga cabai besar yang sempat turun kembali naik, dari Rp 45 ribu per jadi Rp 55 ribu perkilo. Termasuk harga cabai rawit yang naik dari Rp 30 ribu menjadi Rp 40 ribu per kilo. “Kenaikan harga ini kalau buat pengecer sangat berat. Ya meskipun naik cuma sedikit tapi buat rakyat kecil itu terasa dampaknya,” keluhnya.
Sementara itu, Ali Masud (26), seorang ditributor sayur lain mengungkapkan jika kenaikan harga bbm berdampak pada meningkatnya konsumsi bahan bakar sehari-hari. Menurutnya biaya konsumsi BBMnya naik menjadi dua kali lipat.
Belum lagi distributor sayur ini setiap hari harus bolak balik membeli sayuran di Malang untuk dijual lagi ke Pasuruan. Mau tidak mau dia pun harus menaikkan harga jual sayurannya agar tidak merugi. “Sebelumnya sehari habis Rp 100 ribu sekarang bisa Rp 200 ribu. Kalau sekarang jualan sayurnya agak dimahalin sedikit buat ganti uang bensin,” pungkasnya. (ada/kun)






