Lamongan (beritajatim.com) – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengumumkan beasiswa afirmasi bagi guru saat peringatan Hardiknas atau Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2023, yang digelar di Alun-alun Lamongan, Selasa (2/4/2023).
Selain itu, dalam kesempatan tersebut Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan juga melaunching kurikulum berbasis kearifan lokal (Kulamba Kekal), yang memiliki tujuan utama untuk membentuk generasi bangsa yang berwawasan global dan bangga akan kearifan lokalnya.
Peringatan Hardiknas 2023 ini pun berlangsung sangat meriah. Berbagai kegiatan mewarnai peringatan ini, mulai dari tari kolosal pelajar pancasila, pertunjukkan paduan suara oleh 454 siswa sekolah dasar se-Kabupaten Lamongan, penyerahan penghargaan siswa berprestasi, peluncuran buku sejarah Disdik Lamongan dan lainnya.
Menurut Bupati Yuhronur, beasiswa afirmasi S-1 dan S-2 ini merupakan bentuk dukungan dan apresiasi kepada insan pendidik agar terus meningkatkan kapasitas diri, sekaligus menjadi kekuatan moral dalam mengimplementasikan program perintis.
“Melalui program pendidikan berkualitas dan gratis bagi keluarga kurang sejahtera (perintis), Pemkab Lamongan ingin memastikan tidak ada lagi warga kurang sejahtera yang tidak bisa mengenyam pendidikan karena alasan biaya. Untuk itu melalui Perintis pada 2022, kami telah memberikan beasiswa kepada 5.800 siswa dan 1.074 mahasiswa S-1 serta 1 orang hafidz qur’an untuk jenjang S-2,” katanya.
BACA JUGA:
https://beritajatim.com/politik-pemerintahan/video-pdip-jatim-deklarasi-dukung-anies-ternyata-hoaks/
“Sedangkan untuk tahun ini, Saya umumkan bahwa kami telah mengalokasikan beasiswa S-1 dan S-2 afirmasi untuk guru. Saya berharap kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik,” imbuhnya, usai memimpin upacara bendera peringatan Hardiknas tahun 2023.
Sedangkan dengan dilaunchingnya Kulamba Kekal ini, tutur Yuhronur, Lamongan siap untuk mensukseskan kurikulum merdeka, mencetak generasi cerdas berwawasan global, namun tetap memiliki pengetahuan dan kebanggaan terhadap kearifan lokal daerahnya.
Yuhronur menilai, pengetahuan dan kebanggaan terhadap kearifan lokal itu begitu penting lantaran Kabupaten Lamongan terkenal kaya akan seni budaya, adat istiadat, tradisi budaya dan aneka makanan khas yang tersebar secara merata di seluruh wilayah Lamongan.
“Tak hanya itu, Pemkab Lamongan juga terus melanjutkan peningkatan dukungan sarana dan prasarana pendidikan, termasuk peningkatan kenyamanan perpustakaan melalui pembangunan fisik, serta mendorong transformasi sekolah dan perpustakaan berbasis digital,” paparnya.
Hal senada juga dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Munif Syarif. Ia berkata, penambahan beasiswa S-1 dan S-2 afirmasi guru ini dimaksudkan untuk membantu para pendidik dalam meningkatkan kapasitas diri, sehingga kualitas guru di Lamongan semakin meningkat.
“Beasiswa ini diharapkan menjadi angin segar bagi para guru sekolah yang belum linier. Kami harap ini dapat dimanfaatkan dan bermanfaat untuk para pendidik kita,” ujar Munif.
Munif memaparkan bahwa Kulamba Kekal sebagai kurikulum pertama di Indonesia itu akan diimplementasikan berseiringan dengan kurikulum merdeka belajar. Pasalnya, Kulamba Kekal sesuai dengan tujuan dari kurikulum merdeka belajar yang menekankan pembelajaran mendalam untuk mengembangkan karakter dan kompetensi anak bangsa.
“Kulambakekal akan mencetak sumber daya manusia yang unggul dalam wawasan global dan lekat dengan jiwa kearifan lokal dan nasionalisme. Poin-poin yang termuat dalam Kulamba Kekal ini terdiri dari kearifan lokal mulai dari sektor makanan khas, adat, tradisi, tarian daerah, nyayian daerah, dan lainnya. Semua poin itu akan dijadikan mata pelajaran sejak tingkat usia dini (PAUD),” bebernya.
Lebih lanjut, Munif menjelaskan, Kulamba Kekal yang akan diterapkan pada tahun ajaran 2023/2024 itu disusun oleh Tim Tujuh yang terdiri dari praktisi, akademisi, guru Paud, pengawas, penilik, serta seluruh OPD yang ada di Lamongan.
“Selain dengan Tim Tujuh, penyusunan Kulembakekal ini kami koordinasikan bersama seluruh OPD. Seperti dengan Disperindag kami koordinasikan tentang makanan khas Lamongan, saat di Disparbud kami koordinasi terkait kebudayaan yang ada di Lamongan,” pungkasnya.[riq/kun]






