Blitar (beritajatim.com) – Hanafi Jauhar Ahmad meminta agar pemain futsal Porpov Kota Malang yang melakukan penendangan terhadap dirinya segera mengaku. Pasalnya hingga kini pemain yang menendang Hanafi belum diungkap ke publik oleh KONI Kota Malang maupun Asosiasi Futsal Provinsi Jatim.
Selama ini M. Rafael Moreno lah yang dikambing hitamkan. Padahal pemain Futsal Porpov Kota Malang tersebut bukanlah pelaku penendangan.
Saat kejadian M. Rafael Moreno sedang berada di pinggir lapangan alias cadangan. Namun setelah kasus penendangan ini viral Moreno justru disebut-sebut sebagai pelaku.
Moreno dan kedua orangtuanya pun sangat syok setelah banyak hujatan yang masuk ke media sosialnya. Padahal Moreno bukan pelaku penendangan.
“Saya minta ke pelaku ayolah terang-terangan, ayo datang ke Blitar kita selesaikan secara kekeluargaan, karena kasihan juga Moreno dia bukan pelaku,” kata Hanafi Jauhar Ahmad, pemain futsal Porpov Kabupaten Blitar, Jumat (22/09/23).
Hanafi meminta pihak KONI Kota Malang terbuka dalam kasus ini. Pihak Hanafi tidak ingin kasus ini terus berlarut tanpa ada kejelasan.
Jika semakin lama kasus ini bergulir tanpa ada kejelasan pelaku, maka Moreno masih tetap akan jadi sasaran cacian netizen. Padahal sang pemain, Moreno tidak melakukan tindakan apapun.
Maka dari itulah Hanafi meminta KONI Kota Malang dan AFP Jawa Timur untuk segera mengungkap siapa pelaku penendangan terhadap dirinya. “Kasihan Moreno mas, dia tidak bersalah tapi sampai jadi sasaran cacian netizen, dia sempat syok juga. Maka dari ini harus segera diungkap siapa pemain nomor 17 yang menendang saya itu,” ungkapnya.
Saat ini Hanafi sendiri telah berkomunikasi dengan Moreno. Baik Hanafi maupun Moreno juga telah saling memaafkan. Kedua atlet futsal tersebut sepakat bahwa KONI Kota Malang dan AFP Jatim untuk segera mengumumkan pelaku penendangan. Dengan begitu maka kasus ini akan semakin cepat diselesaikan.
“Moreno dan keluarga sendiri sudah siap untum datang ke Blitar untuk meminta maaf tapi dari pelaku sebenarnya malah belum ada komunikasi atau niatan,” tutupnya.
Harapan Hanafi sebenarnya cukup sederhana, yakni pelaku datang ke Blitar untuk meminta maaf secara langsung. Hanafi tidak ingin kasus ini dibawa ke ranah hukum, asalkan sang pelaku mau datang dan menyelesaikan secara kekeluargaan. (owi/kun)
BACA JUGA: Hasil Visum Pemain Futsal Blitar Ditendang Atlet Kota Malang






