Malang (beritajatim.com) – Arema FC mampu menunjukan permainan totalitas saat menghadapi Barito Putera di babak penyisihan grup E Piala Presiden 2019 di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Senin, (4/3/2019). Tertinggal dua gol terlebih dahulu Arema mampu mengembalikan kedudukan menjadi 3-2.
Lima gol dalam pertandingan ini seluruhnya tercipta pada babak kedua. Drama terjadi saat di luar dugaan pada menit 66, Barito unggul 2-0 atas Arema FC. Tim asuhan Milomir Seslija berusaha bangkit mengejar ketertinggalan.
Apalagi nyanyian kritik dari Aremania terus menggema di stadion sejak Arema FC tertinggal 2-0. Milo panik, tiga pemain ditarik keluar, Ridwan Tawainella, Dendi Santoso dan Jayus Hariono. Milo memasukan Ricky Kayame, Nur Hardianto dan M Rafli.
[berita-terkait number=”4″ tag=”arema”]
Pergantian ini sukses menghidupkan organisasi penyerang Arema FC. Hingga secara beruntun dalam 15 menit terakhir Arema FC mampu mencetak 3 gol melalui Dedik Setiawan dua gol dan Ahmad Nurhardianto.
Pada gol terakhir Arema FC yang dicetak oleh Dedik Setiawan terjadi insiden berdarah antara Hamka Hamzah dan Lucas Rodrigues. Hamka yang maju kedepan menyundul bola terkena sikutan Lucas. Bola jatuh di kaki Dedik dan terciptalah gol ketiga Arema FC.
Dedik Setiawan bersama pemain Arema FC lainnya merayakan selebrasi gol pamungkas itu. Sedangkan sang kapten terkapar di kotak penalti dan harus mendapat perawatan medis.
“Kinerja wasit kurang bagus. Wasit tidak memberi proteksi ke pemain. Lihat, Hamka Hamzah dilarikan ke rumah sakit karena terkena sikut pemain Barito,” kata Milo.
Sementara itu, Media Officer Arema FC, Sudarmaji mengatakan pasca insiden berdarah antara Hamka dan Lucas di kotak penalti. Hamka Hamzah langsung di bawah ke Rumah Sakit Hermina, Kota Malang untuk mendapat perawatan medis.
“Dibawa ke Rumah Sakit Hermina. Untuk dilakukan rontgen di Rumah Sakit Hermina,” tandas Sudarmaji. [luc/but]






