Surabaya (beritajatim.com) – Secara medis, anxiety dan depresi yang terjadi pada remaja tidaklah berbeda dengan kondisi gangguan mental yang sama yang terjadi pada orang dewasa.
Akan tetapi, gejala yang muncul dari gangguan ini dapat berbeda pada remaja dan orang dewasa. Hal ini dapat terjadi karena adanya perbedaan perkembangan fisik dan juga tantangan sosial yang remaja hadapi, seperti perubahan hormon, perkembangan otak dan tubuh, serta peer pressure.
[berita-terkait number=”5″ tag=”depresi, stress”]
Anxiety dan depresi pada remaja telah dikaitkan dengan tingkat stres yang tinggi, kualitas hidup yang rendah, dan pada beberapa kasus terburuk yaitu bunuh diri.
Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat menyebabkan anxiety dan depresi pada remaja:
Genetik
Remaja dengan keluarga yang memiliki sejarah gangguan anxiety memiliki resiko yang lebih tinggi untuk memiliki gangguan anxiety dan depresi.
Trauma
Remaja yang memiliki sejarah trauma seperti kekerasan seksual, kekerasan fisik, atau terlibat dalam suatu kecelakaan lebih memungkinkan untuk mengalami anxiety dan depresi.
Lingkungan
Lingkungan sosial, sekolah, dan rumah remaja dapat memberi efek bagi kesehatan mental mereka. Hal-hal seperti kekerasan, perceraian kedua orang tua, bullying, dan kemiskinan dapat berkontribusi pada timbulnya anxiety dan depresi pada suatu remaja.
Perbedaan Struktur Otak
Secara struktural otak remaja biasanya berbeda dengan otak milik orang dewasa. Perubahan sirkuit otak yang terjadi pada remaja dapat meningkatkan tingkat stres.
Penggunaan Zat Adiktif
Penggunaan narkoba dan alkohol oleh remaja dapat mempengaruhi suasana hati remaja yang kemudian dapat menyebabkan depresi.
Stres Akibat Pubertas
Remaja dalam pubertas dapat mengalami fase perubahan hormon yang dapat mempengaruhi suasana hati mereka.
Pola Pikir Negatif
Depresi dan anxiety pada remaja dapat dikaitkan pada pola pikir negatif yang mereka miliki.
Seorang remaja yang mengalami depresi, anxiety, atau keduanya dapat ditangani dengan membawa mereka ke tenaga medis profesional. Selain melalui perawatan medis remaja yang mengalami depresi dan anxiety dapat melakukan hal-hal berikut untuk merasa lebih baik:
- Rutin berolahraga dan tetap aktif
- Menghabiskan waktu dengan teman dan keluarga
- Menjaga waktu tidur
- Makan makanan sehat
- Meminta pertolongan orang sekitar [dwp/bjo]






