Surabaya (beritajatim.com) – Bagi mereka yang mengikuti liga Belanda, mungkin tidak asing dengan nama Mohamed Ihattaren. Juga bagi mereka yang bermain Football Manager pasti akrab dengan pemain yang kini bermain untuk Samdoria.
Ia adalah wonderkids yang digadang-gadang akan memiliki karir yang bagus di dunia sepakbola. Sayangnya, pemain yang kini baru berusia 19 tahun ini berencana untuk gantung sepatu. Sebab utamanya, ia mengalami depresi.
Mohamed Ihattaren merupakan seorang gelandang serang muda asal Belanda yang menandatangani kontrak dengan Juventus dengan transfer senilai £5 juta pada hari terakhir bursa transfer musim panas tahun 2021/22. Namun, kemudian Bianconeri meminjamkan jasa pemain ini ke Sampdoria.
Mohamed Ihattaren adalah salah satu pemain paling prospek di sepak bola Belanda. Bakat dan potensi tersebut ia tunjukkan ketika membela PSV Eindhoven. Ia bahkan sudah menembus tim utama PSV sejak usia 17 tahun di Januari 2019.
Sebagaimana dilansir dari media CalcioMercato, Ihattaren sedang berjuang dengan depresi berat akibat kematian ayahnya pada tahun 2019. Sebab hal itu, Mohamed Ihattaren pun lantas mempertimbangkan untuk gantung sepatu demi kesehatan mentalnya.
Sampdoria sebagai klub yang dibelanya saat ini telah memberi Mohamed Ihattaren asisten pribadi untuk membantu beradaptasi di lingkungan baru. Tetapi dia belum terlihat di markas Sampdoria sejak 12 Oktober 2021.
Dikabarkan juga jika Mohamed Ihattaren kembali ke Belanda karena alasan pribadi. Namun, menurut banyak laporan bahwa Ihattaren belum juga menampakan dirinya di Utrecht, kota tempat dia berasal.
Bahkan keberadaan pemain muda tersebut hingga saat ini tidak diketahui oleh pihak Sampdoria maupun dari pihak Juventus. Sehingga banyak pihak yang kemudian berspekulasi bahwa dia akan segera gantung sepatu akibat tekanan mental tersebut.
Ayah Ihattaren meninggal karena kanker pada Oktober 2019 ketika pemain ini baru berusia 17 tahun. Menurut surat kabar Belanda Algemeen Dagblad, meninggalnya sang ayah telah menyebabkan mental sang anak goyah karena Dagblad sebagai ayah merupakan seseorang yang sangat perhatian kepada dirinya.
Mohamed Ihattaren juga merasa kesulitan hidup karena sang ayah selama ini selalu membuat keputusan bijak untuk karirnya dan support yang kuat untuk terus maju. [dan/tur]






