Ponorogo (beritajatim.com) – Baru saja landai dari Covid-19, Ponorogo kini diserang oleh penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) atau Dengue Haemorrhagic Fever (DHF). Ada lonjakan nyaris 100 persen, pasien demam berdarah di RSUD dr. Harjono Ponorogo pada bulan ini dibandingkan dengan bulan lalu. Dimana bulan November lalu, pasien demam berdarah di rumah sakit plat merah itu sebanyak 28 orang. Sedangkan pada bulan ini, yang belum selesai ini sudah diangka 55 orang.
“Laporan pasien DHF di RSUD dr. Harjono Ponorogo per tanggal 28 Desember 2021, ada 34 orang yang sedang menjalani rawat inap. Awal bulan hingga kini sudah ada 55 pasien,” kata Humas RSUD dr. Harjono Ponorogo S. Joko Handoko, Selasa (28/12/2021).
Pasien demam berdarah ini, didominasi dari rentan umur 7 hingga 26 tahun. Sejak minggu kedua bulan Desember terjadi lonjakan yang signifikan. Awal masuk, biasanya pasien dalam kondisi kritis, kemudian mulai membaik saat sudah mendapatkan pertolongan dari rumah sakit. Sebanyak 34 pasien DBD ini, tersebar di beberapa ruangan. Dari 34 pasien itu, kata Joko ada 15 diantaranya merupakan anak-anak.
[berita-terkait number=”5″ tag=”demam-berdarah”]
“Setelah rawat inap beberapa hari, pasien tertangani dan sembuh. Mudah-mudahan tidak ada kasus meninggal karena DBD,” ungkapnya.
Joko menghimbau disaat situasi iklim dan cuaca yang seperti ini, Ia menghimbau masyarakat untuk waspada terhadap penyakit demam berdarah. Peran masyarakat diperlukan untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSM) di lingkungan masing-masing.
“Tokoh masyarakat maupun orang-orang di lingkungan masing-masing harus mulai menggalakkan pemberantasan sarang nyamuk (PSM),” pungkasnya.
Untuk diketahui, pada tanggal 17 Desember lalu, pertama kalinya sejak pandemi Covid-19 melanda Ponorogo pada awal tahun 2020, RSUD dr. Harjono Ponorogo zero pasien yang terindikasi terpapar virus corona. Pantauan beritajatim.com di rumah sakit plat merah itu, ruang-ruang isolasi yang dulunya untuk merawat pasien Covid-19 terlihat lengang. Bed-bed tempat tidur tertata rapi tanpa ada yang menempati. Di salah satu ruangan isolasi, yakni ruang asoka hanya nampak tenaga kesehatan (nakes) yang membersihkan ruangan.
“Boleh masuk, sudah tidak ada pasien Covid-19 hari ini. Ruangan Asoka juga sudah dibersihkan dan steril,” kata humas RSUD dr. Harjono, S. Joko Handoko.
Joko mengungkapkan terhitung hari ini (17/12) kasus Covid-19 di RSUD dr. Harjono kosong. Pasien terakhir, tiga hari yang lalu sudah diperbolehkan pulang dalam kondisi sembuh dari virus yang berasal dari kota Wuhan Tiongkok tersebut. Bahkan, kata Joko selama berjalan bulan Desember ini, RSUD dr. Harjono hanya menangani 2 pasien Covid-19.
“Bulan Desember ini kita hanya menangani 2 pasien Covid-19. Keduanya pulang ke rumah masing-masing dalam kondisi sembuh,” ungkapnya.(end/kun)






