Jakarta (beritajatim.com) – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah atau Lebaran 2025, jumlah penumpang di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur, mengalami peningkatan signifikan. Data yang dihimpun hingga 25 Maret 2025 menunjukkan bahwa jumlah penumpang melonjak hingga 160 persen dibandingkan dengan hari biasa.
Kepala Unit Pengelola Terminal Terpadu Pulo Gebang, Emanuel Kristanto, mengungkapkan bahwa biasanya jumlah penumpang harian berkisar 1.500 orang. Namun, menjelang arus mudik Lebaran, angka tersebut meningkat menjadi sekitar 4.000 penumpang per hari dengan jumlah armada yang disiapkan mencapai 300 bus.
“Sampai saat ini penumpang di Terminal Terpadu Pulo Gebang, jika kita bandingkan dengan rata-rata penumpang harian dari tanggal 1-25 Maret itu mengalami peningkatan kurang lebih 160 persen,” kata Emanuel saat ditemui di Jakarta, Kamis (27/3/2025).
Pihak pengelola terminal memprediksi bahwa puncak arus mudik akan terjadi pada H-2 dan H-1 Lebaran, yakni pada Sabtu (29/3) dan Minggu (30/3). Pada puncak arus mudik tersebut, jumlah penumpang diperkirakan akan terus bertambah.
“Diprediksi jumlah ini akan terus meningkat sampai dengan H-2 dan H-1,” ujar Emanuel.
Berdasarkan data yang dihimpun hingga pukul 12.55 WIB pada Kamis (27/3), tercatat sebanyak 1.838 penumpang telah berangkat dari Terminal Pulo Gebang dengan 174 bus.
Untuk tujuan mudik, destinasi yang paling diminati dari Terminal Pulo Gebang meliputi kota-kota di Pulau Sumatera, seperti Padang, Bengkulu, Palembang, dan Medan. Sementara itu, untuk tujuan di Pulau Jawa, kota-kota favorit pemudik antara lain Solo, Yogyakarta, Malang, Surabaya, dan Madura.
Menghadapi lonjakan jumlah pemudik, Terminal Terpadu Pulo Gebang telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi agar perjalanan tetap aman dan nyaman. Salah satunya adalah peningkatan koordinasi internal dengan pihak terkait, termasuk penyediaan fasilitas layanan tambahan bagi para pemudik.
Pihak terminal telah menyediakan Posko Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) guna memastikan tidak ada praktik pungutan liar yang merugikan penumpang. Selain itu, terdapat pula posko kesehatan yang siap memberikan layanan pemeriksaan kesehatan bagi pengemudi dan penumpang sebelum keberangkatan.
“Jadi posko kesehatan ini untuk melakukan pengecekan kesehatan untuk sopir dan penumpang yang hendak berangkat untuk memastikan mereka sehat,” kata Emanuel.
Selain memastikan kesiapan fasilitas terminal, Emanuel juga mengimbau kepada para penumpang agar lebih berhati-hati dalam perjalanan. Ia menyarankan agar pemudik tidak membawa barang terlalu banyak, menjaga kesehatan, serta menghindari penggunaan perhiasan mencolok yang berpotensi mengundang tindak kejahatan.
Dengan persiapan yang matang dan berbagai fasilitas yang telah disediakan, diharapkan arus mudik Lebaran 2025 di Terminal Pulo Gebang dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. [ian]






