Ringkasan Berita:
- KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam meminta Panitia Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) menjaga netralitas dan objektivitas dalam seluruh proses pelaksanaan.
- Gus Salam menyoroti adanya indikasi keberpihakan panitia pusat yang dinilai perlu divalidasi demi menjaga transparansi dan sportivitas muktamar.
- Muktamar ke-35 NU akan digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang pada 27 hingga 31 Agustus 2026.
Jombang (beritajatim.com) – Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar Jombang KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam meminta Panitia Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) bersikap netral dan obyektif dalam menjalankan tugasnya.
Menurut Gus Salam, panitia muktamar memiliki tanggung jawab utama untuk menyiapkan berbagai kebutuhan teknis, seperti infrastruktur dan akomodasi. Ia mengingatkan agar panitia tidak menunjukkan keberpihakan, kecenderungan terhadap pihak tertentu, maupun kepentingan pribadi yang dapat mengganggu transparansi dan sportivitas pelaksanaan muktamar.
“Ada indikator-indikator yang menunjukkan keberpihakan dari panitia-panitia muktamar tentang proses-proses ini, walaupun itu perlu divalidasi. Tapi saya kira itu bukan hal yang rahasia lagi, karena hari ini semua informasi terbuka. Ya, yang seperti beredar di banyak media sosial, beredar di berbagai informasi yang ada,” ujar cucu pendiri NU KH Bisri Syansuri ini, Rabu (19/8/2026).
Terkait panitia lokal, Gus Salam mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan silaturahim dengan Ketua Yayasan PPBU (Pondok Pesantren Bahrul Ulum) Tambakberas sekaligus Ketua Panlok (Panitia Lokal) KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq.
Dalam pertemuan tersebut, Gus Rozaq menyampaikan bahwa persiapan Muktamar ke-35 NU telah mencapai sekitar 90 persen, baik dari sisi akomodasi maupun kebutuhan pendukung lainnya. Gus Salam mengapresiasi langkah Gus Rozaq yang secara tegas mengarahkan seluruh keluarga besar Tambakberas agar pelaksanaan muktamar berjalan baik dan penuh kesejukan.
“Gus Rizaq juga meminta kepada semua keluarga besar Tambakberas untuk tidak ikut menjadi—katakan—pendukung atau tim suksesnya para kandidat. Saya kira itu teladan yang sangat baik, dan harusnya ini juga dicontoh oleh panitia muktamar di tingkat PBNU,” ungkapnya.
Gus Salam menyayangkan apabila terdapat indikasi panitia pusat tidak menjalankan tugas secara obyektif. Ia mengajak seluruh pihak untuk kembali pada semangat utama muktamar, yakni menjaga nilai-nilai kebersamaan dan kehormatan organisasi.
“Ayolah kita kembali kepada semangat muktamar, semangat menjaga, merawat kedaulatan, marwah, dan martabat Nahdlatul Ulama memasuki abad kedua,” jelasnya.
Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama dijadwalkan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang pada 27 hingga 31 Agustus 2026. Agenda tersebut diperkirakan akan dihadiri ribuan peserta dari berbagai wilayah Indonesia untuk membahas berbagai agenda organisasi serta menentukan arah kepemimpinan NU ke depan. [suf]






